Cara Menghitung HPP UMKM agar Tidak Rugi, Lengkap dengan Contoh
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) membantu pelaku UMKM menentukan harga jual yang tepat dan menjaga keuntungan bisnis.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Loekepo.com – Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merasa produknya laris, tetapi keuntungan yang diperoleh ternyata sangat kecil, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian tanpa disadari. Penyebabnya sering kali bukan karena kualitas produk, melainkan karena harga pokok penjualan (HPP) tidak dihitung dengan benar.
Padahal, mengetahui HPP merupakan langkah dasar dalam menentukan harga jual yang sehat dan menjaga keberlangsungan usaha. Dengan memahami perhitungan HPP, pelaku UMKM dapat mengetahui biaya sebenarnya untuk menghasilkan satu produk, sehingga harga jual yang ditetapkan tidak sekadar mengikuti harga pasar atau meniru kompetitor.
Apa Itu HPP?
Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk hingga siap dijual.
HPP bukan hanya mencakup bahan baku, tetapi juga biaya lain yang secara langsung berkaitan dengan proses produksi.
Komponen utama HPP meliputi:
- Bahan baku
- Bahan pendukung
- Kemasan
- Tenaga kerja langsung
- Gas atau listrik produksi
- Penyusutan alat produksi (jika dihitung)
Dengan mengetahui total biaya tersebut, pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang memberikan keuntungan yang wajar.
Mengapa HPP Penting bagi UMKM?
Masih banyak pelaku UMKM yang menentukan harga jual hanya berdasarkan perkiraan atau mengikuti harga pesaing.
Cara tersebut berisiko karena setiap usaha memiliki struktur biaya yang berbeda.
Menghitung HPP dengan benar memberikan sejumlah manfaat, antara lain:
- Mengetahui biaya produksi sebenarnya.
- Menentukan harga jual yang lebih akurat.
- Menghindari kerugian tersembunyi.
- Mengukur efisiensi produksi.
- Mengetahui margin keuntungan setiap produk.
- Mempermudah penyusunan laporan keuangan.
Rumus Dasar Menghitung HPP
Secara sederhana, rumus HPP per produk adalah:
HPP = Total Biaya Produksi ÷ Jumlah Produk yang Dihasilkan
Jika ingin lebih lengkap, total biaya produksi terdiri atas:
- Total bahan baku
- Total bahan pendukung
- Biaya tenaga kerja langsung
- Biaya utilitas produksi
- Biaya kemasan
- Penyusutan alat (opsional tetapi disarankan)
Contoh Perhitungan HPP
Misalkan sebuah UMKM menjual ayam geprek.
Dalam satu hari produksi:
- Daging ayam: Rp300.000
- Tepung dan bumbu: Rp90.000
- Minyak goreng: Rp60.000
- Sambal: Rp40.000
- Nasi: Rp80.000
- Kemasan: Rp60.000
- Gas dan listrik: Rp70.000
Total biaya produksi:
Rp700.000
Jumlah porsi yang dihasilkan:
50 porsi
Maka:
HPP = Rp700.000 ÷ 50 = Rp14.000 per porsi
Artinya, apabila produk dijual Rp14.000, pelaku usaha belum memperoleh keuntungan.
Berapa Margin yang Ideal?
Tidak ada angka baku karena setiap jenis usaha memiliki karakteristik berbeda.
Namun secara umum:
- Margin 20–30% cukup untuk usaha dengan persaingan tinggi.
- Margin 30–50% umum digunakan pada bisnis kuliner.
- Produk premium dapat memiliki margin yang lebih tinggi apabila menawarkan nilai tambah.
Selain mempertimbangkan margin, pelaku usaha juga perlu memperhatikan daya beli konsumen dan harga pasar.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelaku UMKM
Beberapa kesalahan yang masih sering ditemui antara lain:
- Tidak memasukkan biaya gas atau listrik.
- Mengabaikan biaya kemasan.
- Tidak menghitung penyusutan alat.
- Menentukan harga jual hanya mengikuti pesaing.
- Tidak melakukan evaluasi ketika harga bahan baku berubah.
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat membuat pelaku usaha merasa memperoleh keuntungan, padahal margin yang diterima jauh lebih kecil dari yang diperkirakan.
Tips Mengelola HPP agar Bisnis Tetap Untung
Agar HPP tetap terkendali, pelaku UMKM dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Catat seluruh pengeluaran produksi setiap hari.
- Evaluasi harga bahan baku secara berkala.
- Cari pemasok dengan kualitas baik dan harga kompetitif.
- Kurangi pemborosan bahan baku.
- Gunakan aplikasi pencatatan keuangan bila diperlukan.
- Lakukan evaluasi harga jual ketika biaya produksi meningkat.
FAQ
Apakah HPP sama dengan harga jual?
Tidak. HPP adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk, sedangkan harga jual adalah harga yang dibayarkan konsumen setelah ditambah margin keuntungan.
Apakah biaya sewa masuk HPP?
Jika sewa digunakan langsung untuk proses produksi, sebagian biaya dapat dialokasikan ke dalam biaya produksi. Namun dalam praktik akuntansi, biaya sewa sering juga dikelompokkan sebagai biaya operasional, tergantung jenis usahanya.
Seberapa sering HPP harus dihitung?
Idealnya setiap kali terjadi perubahan harga bahan baku atau minimal satu kali dalam sebulan agar harga jual tetap sesuai dengan kondisi biaya produksi.
Kesimpulan
Menghitung HPP merupakan langkah penting bagi setiap pelaku UMKM yang ingin menjalankan usaha secara berkelanjutan. Dengan mengetahui biaya produksi secara akurat, pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang lebih tepat, menjaga margin keuntungan, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.
- Penulis: Redaksi Loekepo





