Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Usaha & Wirausaha » Danantara Dorong Transfer Teknologi, Mengapa Penting bagi Indonesia?

Danantara Dorong Transfer Teknologi, Mengapa Penting bagi Indonesia?

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Loekepo.com — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mendorong agar investasi di sektor material maju tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga menghasilkan transfer teknologi, pengembangan bersama, serta keterlibatan perguruan tinggi dan lembaga riset.

Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi negara yang memiliki kekayaan mineral, tetapi mampu mengubah sumber daya tersebut menjadi produk industri dan teknologi dengan nilai tambah lebih tinggi.

Managing Director Industrialization Danantara Ardy Muawin mengatakan pendekatan investasi yang dibangun Danantara tidak hanya mempertimbangkan biaya dan waktu, tetapi juga kontribusinya terhadap pengembangan industri dalam negeri.

Pertanyaannya, mengapa transfer teknologi menjadi begitu penting?

Indonesia Punya Mineral, tetapi Nilai Tambah Harus Diperbesar

Indonesia memiliki sumber daya mineral yang besar, termasuk nikel, bauksit, tembaga, timah, dan unsur tanah jarang.

Sumber daya tersebut menjadi bahan penting untuk berbagai industri strategis, mulai dari baterai kendaraan listrik, energi bersih, semikonduktor, pertahanan, hingga teknologi manufaktur.

Danantara menilai Indonesia perlu bergerak lebih jauh dari sekadar mengekstraksi dan mengolah bahan mentah.

Tujuannya adalah membangun kemampuan untuk menghasilkan material dan produk teknologi bernilai tambah tinggi di dalam negeri.

Di sinilah konsep material maju menjadi penting.

Apa Itu Material Maju?

Material maju atau advanced materials pada dasarnya merupakan material yang dikembangkan atau diproses untuk memiliki karakteristik dan performa tertentu sehingga dapat digunakan dalam teknologi dan industri strategis.

Contohnya dapat berkaitan dengan kebutuhan:

  • baterai kendaraan listrik;
  • industri dirgantara;
  • pertahanan;
  • energi bersih;
  • kelistrikan;
  • elektronik;
  • manufaktur berteknologi tinggi.

Dengan kemampuan mengembangkan material tersebut di dalam negeri, Indonesia berpeluang mengambil bagian yang lebih besar dalam rantai pasok industri global.

Jadi, hilirisasi tidak berhenti pada mengubah bijih menjadi bahan olahan.

Tahap berikutnya adalah mengubah bahan tersebut menjadi komponen, material khusus, hingga produk teknologi.

Investasi Hilirisasi Sudah Mencapai Rp300,1 Triliun

Dorongan terhadap material maju datang ketika investasi hilirisasi di Indonesia terus berkembang.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun pada semester I 2026.

Nilai tersebut setara dengan sekitar 29,7 persen dari total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp1.010,6 triliun pada periode yang sama.

Pada kuartal II 2026 saja, investasi hilirisasi mencapai Rp152,7 triliun.

Komoditas dengan nilai investasi terbesar pada periode tersebut antara lain:

  • bauksit: Rp40,1 triliun;
  • nikel: Rp29,4 triliun;
  • tembaga: Rp16,7 triliun;
  • besi dan baja: Rp13,2 triliun;
  • pasir silika: Rp4 triliun.

Angka tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi sudah menjadi bagian penting dalam arus investasi Indonesia.

Namun, tantangannya adalah memastikan investasi tersebut juga meningkatkan kemampuan teknologi nasional.

Mengapa Transfer Teknologi Lebih Penting daripada Sekadar Modal?

Investasi membawa modal.

Tetapi modal saja tidak otomatis membuat suatu negara menguasai teknologi.

Sebuah perusahaan dapat membangun pabrik dengan mesin dan teknologi dari luar negeri. Jika seluruh pengetahuan penting, desain, pengembangan produk, dan proses teknologi tetap berada di negara asal, kemampuan industri lokal bisa berkembang lebih lambat.

Karena itu, transfer teknologi menjadi bagian penting.

Melalui transfer teknologi, tenaga kerja, perusahaan, perguruan tinggi, dan lembaga riset di Indonesia berpeluang memperoleh pengetahuan serta kemampuan yang dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi secara lebih mandiri.

Danantara secara khusus menyebut transfer teknologi, co-development, serta keterlibatan universitas dan BRIN sebagai bagian dari pendekatan investasi yang didorongnya.

Dari Hilirisasi Mineral ke Produk Teknologi

Ada perbedaan besar antara menjual mineral, menjual bahan olahan, dan menjual produk teknologi.

Gambaran sederhananya dapat dilihat seperti ini:

Mineral → bahan olahan → material maju → komponen → produk teknologi

Semakin jauh Indonesia bergerak dalam rantai tersebut, semakin besar pula peluang nilai tambah yang dihasilkan di dalam negeri.

Misalnya, mineral yang menjadi bahan baku baterai memiliki nilai ekonomi tertentu.

Namun, kemampuan memproduksi material baterai, komponen baterai, hingga sistem teknologi yang menggunakan baterai dapat menciptakan nilai tambah yang berbeda.

Karena itu, agenda material maju sebenarnya bukan hanya persoalan pertambangan.

Ini juga berkaitan dengan industri manufaktur, teknologi, riset, pendidikan, dan tenaga kerja.

Danantara Sudah Mendorong Kolaborasi Antar-BUMN

Upaya membangun ekosistem material maju juga sudah diarahkan melalui kerja sama antar-BUMN.

Pada Juli 2026, Danantara menyelenggarakan Advanced Materials Industry Dialogue yang melibatkan pemerintah, BUMN, dan akademisi.

Dalam forum tersebut ditandatangani nota kesepahaman pengembangan material maju atau hilirisasi mineral kritis antara MIND ID, PT LEN Industri, PT Krakatau Steel, dan PT Perminas.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pasokan dan penyerapan mineral kritis serta material maju bagi industri strategis dalam negeri.

Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan teknologi bersama.

Sektor yang disebut mencakup antara lain kendaraan listrik, dirgantara, maritim, pertahanan, dan ketenagalistrikan.

Apa Peluangnya bagi Dunia Usaha?

Bagi pelaku usaha, perkembangan material maju membuka peluang yang jauh lebih luas daripada sekadar menjadi pemasok bahan mentah.

Ekosistem industri membutuhkan banyak lapisan usaha.

Misalnya:

Pemasok bahan baku → pengolahan → komponen → manufaktur → jasa teknologi → logistik → pemeliharaan → riset dan pengembangan.

Artinya, pertumbuhan industri strategis dapat menciptakan peluang bagi perusahaan besar sekaligus usaha pendukung.

UMKM dan perusahaan lokal mungkin tidak langsung membuat material baterai atau komponen pesawat.

Namun, mereka dapat masuk melalui rantai pasok pendukung sesuai kemampuan dan standar industri.

Di sinilah peluang usaha dapat muncul, terutama bagi perusahaan yang mampu memenuhi standar kualitas, ketepatan waktu, sertifikasi, dan kebutuhan teknis industri.

Tantangan Terbesarnya: Sumber Daya Manusia

Teknologi tidak dapat berdiri sendiri.

Dibutuhkan manusia yang mampu mengoperasikan, memelihara, mengembangkan, bahkan menciptakan teknologi tersebut.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Ilham Akbar Habibie menilai penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam saja tidak cukup tanpa kemampuan menerapkan, melembagakan, dan menguasai teknologi.

Pandangan tersebut menjadi semakin penting ketika proyek hilirisasi berkembang di berbagai daerah.

Jangan sampai Indonesia memiliki pabrik berteknologi tinggi, tetapi sebagian besar pekerjaan berkeahlian tinggi justru harus diisi tenaga kerja dari luar karena kompetensi lokal belum mencukupi.

Hilirisasi Harus Terhubung dengan Pendidikan

Persoalan tersebut juga mendapat perhatian dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai kebutuhan keterampilan dalam proyek hilirisasi harus diselaraskan dengan kompetensi yang dihasilkan perguruan tinggi dan lembaga pelatihan.

Menurutnya, kesesuaian keterampilan dibutuhkan untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan industri dan kemampuan tenaga kerja.

Ini berarti pengembangan industri material maju tidak bisa dipisahkan dari pendidikan.

Perguruan tinggi perlu mengetahui kompetensi apa yang dibutuhkan industri.

Lembaga pelatihan juga perlu menyesuaikan programnya.

Sementara dunia usaha perlu memberikan gambaran kebutuhan tenaga kerja secara lebih jelas.

Jika ketiganya terhubung, investasi dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap penciptaan pekerjaan berkualitas.

Investasi Besar Belum Tentu Berarti Banyak Pekerjaan Berkualitas

Ini merupakan hal yang penting untuk dipahami.

Nilai investasi yang besar tidak otomatis berarti seluruh masyarakat akan mendapatkan manfaat yang sama besar.

Kualitas lapangan pekerjaan bergantung pada jenis industri, teknologi yang digunakan, kebutuhan tenaga kerja, dan kemampuan pekerja lokal memenuhi persyaratan.

ANTARA melaporkan bahwa pemerintah menyiapkan 18 proyek hilirisasi prioritas dengan nilai investasi Rp618 triliun yang diproyeksikan menciptakan 276.000 lapangan kerja berkualitas.

Pada semester I 2026, total realisasi investasi nasional Rp1.010,6 triliun menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan besarnya hubungan antara investasi dan ketenagakerjaan.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pekerjaan yang tercipta benar-benar dapat diisi oleh tenaga kerja Indonesia dengan kompetensi yang sesuai.

Apa Artinya bagi Pencari Kerja?

Perubahan arah industri ini juga penting bagi Sobat Kepo yang sedang mempersiapkan karier.

Jika industri Indonesia bergerak menuju material maju, manufaktur berteknologi tinggi, kendaraan listrik, energi bersih, pertahanan, dan industri digital, kebutuhan keterampilan juga akan berubah.

Kemampuan yang berpotensi semakin relevan antara lain:

  • teknik dan rekayasa;
  • otomasi;
  • robotika;
  • pengolahan data;
  • teknologi manufaktur;
  • material science;
  • kelistrikan;
  • pemrograman;
  • pengendalian kualitas;
  • riset dan pengembangan.

Bukan berarti semua orang harus menjadi insinyur.

Namun, semakin tinggi teknologi yang masuk ke industri, semakin penting kemampuan untuk memahami teknologi dan bekerja berdampingan dengan teknologi.

Peluang bagi Startup dan Perusahaan Teknologi

Pengembangan material maju juga dapat membuka ruang bagi perusahaan rintisan dan perusahaan teknologi.

Peluang tersebut dapat muncul dalam bentuk:

  • teknologi manufaktur;
  • perangkat lunak industri;
  • otomasi;
  • sistem monitoring;
  • teknologi energi;
  • pengujian material;
  • desain dan simulasi;
  • pemeliharaan mesin;
  • sistem keselamatan;
  • solusi efisiensi produksi.

Dengan demikian, ekosistem hilirisasi berpotensi menciptakan permintaan bukan hanya untuk perusahaan tambang dan manufaktur, tetapi juga bagi perusahaan teknologi yang mampu menyediakan solusi industri.

Apa yang Harus Diperhatikan?

Ada beberapa hal yang akan menentukan apakah agenda material maju benar-benar menghasilkan nilai tambah bagi Indonesia.

1. Transfer teknologi harus nyata

Kerja sama investasi idealnya tidak berhenti pada pembelian mesin.

Harus ada peningkatan kemampuan tenaga kerja dan institusi dalam negeri.

2. Riset harus terhubung dengan industri

Perguruan tinggi dan lembaga penelitian perlu memiliki hubungan yang lebih kuat dengan kebutuhan industri.

3. Tenaga kerja harus disiapkan sejak awal

Pelatihan tidak seharusnya baru dilakukan setelah pabrik berdiri.

Kebutuhan kompetensi sebaiknya dipetakan sejak tahap perencanaan investasi.

4. Perusahaan lokal perlu masuk rantai pasok

Hilirisasi akan memberikan dampak lebih luas jika perusahaan nasional juga mampu menjadi bagian dari ekosistem pemasok.

5. Nilai tambah harus semakin tinggi

Tujuan akhirnya bukan hanya meningkatkan volume produksi, tetapi meningkatkan kemampuan Indonesia menghasilkan produk dengan teknologi dan nilai tambah yang lebih tinggi.

FAQ

Apa yang dimaksud material maju?

Material maju adalah material yang dikembangkan atau diproses dengan karakteristik tertentu untuk mendukung kebutuhan industri dan teknologi berperforma tinggi.

Mengapa transfer teknologi penting dalam investasi?

Karena investasi tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga kemampuan teknologi. Transfer teknologi dapat membantu meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan kapasitas industri dalam negeri.

Apa hubungan material maju dengan hilirisasi?

Material maju merupakan salah satu tahap pengembangan hilirisasi yang memungkinkan sumber daya mineral diolah menjadi bahan dan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Apa peluang bisnis dari pengembangan material maju?

Peluang dapat muncul pada rantai pasok manufaktur, teknologi industri, otomasi, pengujian, pemeliharaan, logistik, jasa teknik, hingga riset dan pengembangan.

Apakah hilirisasi bisa menciptakan lapangan kerja?

Bisa, tetapi jumlah dan kualitas pekerjaan bergantung pada jenis investasi, teknologi yang digunakan, serta kesiapan tenaga kerja lokal. Karena itu, kebutuhan industri perlu diselaraskan dengan pendidikan dan pelatihan.

Kesimpulan

Dorongan Danantara terhadap transfer teknologi dalam investasi material maju menunjukkan bahwa arah hilirisasi Indonesia mulai diarahkan lebih jauh: bukan hanya mengolah sumber daya, tetapi membangun kemampuan industri dan teknologi di dalam negeri.

Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya mineral. Namun, keunggulan tersebut akan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar apabila dapat diubah menjadi material, komponen, dan produk teknologi bernilai tambah tinggi.

Bagi dunia usaha, perkembangan ini membuka peluang baru di sepanjang rantai pasok industri.

Bagi pencari kerja, perubahan tersebut menjadi sinyal bahwa keterampilan teknologi dan kompetensi industri akan semakin penting.

Sementara bagi Indonesia, tantangan terbesarnya bukan lagi sekadar bagaimana menarik investasi.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Seberapa banyak kemampuan teknologi, industri, pekerjaan berkualitas, dan nilai tambah yang benar-benar tinggal di Indonesia setelah investasi tersebut berjalan?

Itulah ukuran penting apakah hilirisasi benar-benar membawa Indonesia naik kelas dalam rantai nilai global.

Sumber utama: ANTARA dan situs resmi Danantara.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less