Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945: Kronologi Lengkap Pembacaan Kemerdekaan
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi bergaya dokumenter sejarah yang menggambarkan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Ir. Soekarno di Pegangsaan Timur No. 56 pada pagi 17 Agustus 1945, disaksikan masyarakat dan dilanjutkan dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pengibaran Sang Saka Merah Putih: Simbol Berdirinya Negara Indonesia
Sesaat setelah Ir. Soekarno selesai membacakan Naskah Proklamasi, seluruh perhatian masyarakat yang hadir beralih ke sebuah tiang bambu sederhana yang telah dipasang di halaman rumah.
Momen berikutnya menjadi salah satu bagian paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia, yaitu pengibaran Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya sebagai bendera negara yang telah menyatakan kemerdekaannya.
Prosesi tersebut berlangsung tanpa latihan khusus maupun protokol resmi. Namun justru dari kesederhanaan itulah lahir simbol kedaulatan bangsa Indonesia.
Latief Hendraningrat dan Suhud Mengibarkan Bendera
Tugas mengibarkan Bendera Merah Putih dilakukan oleh Latief Hendraningrat, seorang anggota PETA (Pembela Tanah Air), yang dibantu oleh Suhud.
Keduanya bergerak menuju tiang bambu yang telah dipersiapkan beberapa saat sebelumnya.
Bendera yang digunakan merupakan hasil jahitan tangan Fatmawati, istri Soekarno, yang kemudian dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih.
Dengan perlahan dan penuh kehormatan, bendera mulai dinaikkan ke puncak tiang.
Tidak ada aba-aba resmi ataupun iringan upacara militer. Seluruh prosesi berlangsung secara alami, disaksikan oleh para tokoh nasional dan masyarakat yang hadir.
Lagu Indonesia Raya Menggema
Ketika Bendera Merah Putih mulai berkibar, seluruh peserta secara spontan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman tersebut dinyanyikan tanpa iringan musik maupun orkestra.
Suara masyarakat yang hadir berpadu menjadi satu, menciptakan suasana yang penuh haru dan semangat kebangsaan.
Banyak saksi sejarah menggambarkan bahwa momen tersebut menjadi saat yang paling menggetarkan hati. Untuk pertama kalinya, lagu Indonesia Raya dikumandangkan setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Sang Saka Merah Putih Menjadi Lambang Negara
Bendera yang dikibarkan pada pagi itu kemudian dikenal sebagai Bendera Pusaka.
Selama bertahun-tahun, bendera tersebut digunakan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebelum akhirnya disimpan demi menjaga keutuhan kondisinya.
Kini, pengibaran Bendera Pusaka pada peringatan Hari Kemerdekaan dilakukan menggunakan duplikat, sementara bendera asli dirawat sebagai salah satu benda bersejarah paling penting milik bangsa Indonesia.
Keberadaan Sang Saka Merah Putih tidak hanya menjadi simbol negara, tetapi juga melambangkan perjuangan, persatuan, dan pengorbanan seluruh rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan.
Suasana Setelah Pengibaran Bendera
Setelah bendera mencapai puncak tiang, tepuk tangan dan ucapan syukur terdengar dari masyarakat yang hadir.
Sebagian tokoh saling berjabat tangan.
Sebagian lainnya memanjatkan doa sebagai ungkapan rasa syukur atas lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.
Meskipun acara berlangsung singkat, seluruh peserta menyadari bahwa mereka baru saja menyaksikan peristiwa yang akan dikenang sepanjang sejarah bangsa.
Tidak ada kemewahan, tidak ada upacara besar, tetapi semangat persatuan yang tercermin pada pagi itu menjadi modal utama bagi Indonesia dalam menghadapi perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang masih akan berlangsung selama beberapa tahun berikutnya.
Dari Halaman Rumah ke Seluruh Nusantara
Setelah rangkaian Proklamasi dan pengibaran bendera selesai, tantangan berikutnya adalah menyampaikan kabar kemerdekaan kepada seluruh rakyat Indonesia.
Pada masa itu, belum ada internet, televisi, maupun media komunikasi modern.
Namun semangat para pemuda, wartawan, pegawai radio, dan jaringan pergerakan membuat berita Proklamasi dapat menyebar dengan cepat ke berbagai daerah.
Dalam hitungan hari, kabar bahwa Indonesia telah merdeka mulai terdengar dari Sumatra hingga Sulawesi, dari Kalimantan hingga Bali, menjadi pemicu lahirnya semangat mempertahankan kemerdekaan di seluruh penjuru Nusantara.
- George McTurnan Kahin. Nationalism and Revolution in Indonesia. Cornell University Press, 1952.
- M.C. Ricklefs. A History of Modern Indonesia Since c.1200. Palgrave Macmillan, 2008.
- Nugroho Notosusanto. Proses Perumusan Pancasila dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Balai Pustaka.
- A.B. Lapian (Ed.). Indonesia dalam Arus Sejarah, Jilid VII. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- Sekretariat Negara Republik Indonesia. Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih.
- Penulis: Redaksi Loekepo





