Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Investasi & Keuangan » Ekonomi Indonesia Tumbuh, Tapi Siapa yang Paling Merasakan?

Ekonomi Indonesia Tumbuh, Tapi Siapa yang Paling Merasakan?

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indonesia terus mencatat pertumbuhan ekonomi. Aktivitas konsumsi bergerak, investasi mengalir, industri berkembang, dan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, ada pertanyaan yang jauh lebih dekat dengan kehidupan masyarakat:

Ketika ekonomi Indonesia tumbuh, siapa yang paling merasakan manfaatnya?

Pertanyaan ini penting karena pertumbuhan ekonomi pada akhirnya bukan sekadar angka dalam laporan pemerintah atau statistik nasional.

Pertumbuhan ekonomi seharusnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pekerjaan yang lebih baik.

Pendapatan yang meningkat.

Usaha yang semakin berkembang.

Daya beli yang lebih kuat.

Akses pendidikan yang semakin baik.

Serta kemampuan keluarga menyiapkan masa depan.

Pertumbuhan Ekonomi Bukan Sekadar Angka

Pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi dalam suatu periode.

Ketika produksi barang dan jasa meningkat, konsumsi bergerak, investasi bertambah, dan aktivitas usaha berkembang, perekonomian dapat tumbuh.

Tetapi pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berarti semua orang mengalami peningkatan kesejahteraan dengan tingkat yang sama.

Ada masyarakat yang mungkin memperoleh manfaat lebih cepat.

Ada yang manfaatnya baru terasa beberapa tahun kemudian.

Ada pula kelompok yang menghadapi tekanan biaya hidup meskipun ekonomi secara keseluruhan tumbuh.

Karena itu, melihat kondisi ekonomi hanya dari angka pertumbuhan dapat memberikan gambaran yang belum lengkap.

Yang perlu dilihat adalah kualitas pertumbuhan tersebut.

Indonesia Membutuhkan Pertumbuhan yang Berkualitas

Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas setidaknya harus mampu menciptakan tiga hal.

Pertama, produktivitas yang lebih tinggi.

Kedua, kesempatan kerja yang lebih baik.

Ketiga, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Jika ekonomi tumbuh tetapi produktivitas tidak meningkat secara berarti, daya saing dapat menjadi persoalan.

Jika ekonomi tumbuh tetapi pekerjaan berkualitas tidak bertambah, manfaat pertumbuhan juga menjadi terbatas.

Jika ekonomi tumbuh tetapi daya beli masyarakat tertekan, masyarakat mungkin tidak merasakan pertumbuhan tersebut secara langsung.

Inilah alasan mengapa angka pertumbuhan harus selalu dibaca bersama indikator ekonomi lainnya.

Siapa yang Merasakan Pertumbuhan?

Salah satu kelompok yang paling cepat merasakan perubahan ekonomi adalah masyarakat yang memiliki hubungan langsung dengan aktivitas produksi dan konsumsi.

Pekerja mendapatkan pendapatan dari pekerjaan.

Pengusaha mendapatkan pendapatan dari penjualan.

Petani memperoleh pendapatan dari hasil produksi.

Pedagang memperoleh pendapatan dari transaksi.

Industri memperoleh keuntungan dari produksi dan penjualan.

Namun manfaat tersebut sangat bergantung pada kondisi masing-masing sektor.

Pertumbuhan industri yang kuat belum tentu langsung meningkatkan pendapatan seorang pekerja apabila produktivitas dan kualitas pekerjaannya masih rendah.

Pertumbuhan konsumsi juga belum tentu berarti seluruh pelaku usaha mengalami peningkatan penjualan.

Karena itu, pertanyaan “siapa yang paling merasakan?” tidak memiliki jawaban tunggal.

Manfaat pertumbuhan sangat bergantung pada posisi seseorang dalam perekonomian.

Pekerja Menjadi Salah Satu Ukuran Penting

Bagi sebagian besar masyarakat, ekonomi paling mudah dirasakan melalui pekerjaan.

Memiliki pekerjaan berarti memiliki sumber pendapatan.

Namun memiliki pekerjaan belum tentu berarti memiliki kondisi ekonomi yang aman.

Yang juga penting adalah kualitas pekerjaan.

Apakah pendapatannya cukup?

Apakah pekerja memiliki perlindungan?

Apakah ada kesempatan untuk meningkatkan keterampilan?

Apakah produktivitas meningkat?

Apakah ada peluang untuk mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan yang lebih tinggi?

BPS mencatat jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2026 mencapai 154,91 juta orang, sementara penduduk bekerja mencapai 147,67 juta orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka tercatat 4,68 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar angkatan kerja telah berada dalam aktivitas pekerjaan.

Namun tantangan berikutnya adalah bagaimana meningkatkan kualitas pekerjaan dan produktivitas tenaga kerja.

Bekerja Tidak Selalu Berarti Sejahtera

Inilah salah satu persoalan yang sering terlupakan ketika membicarakan pertumbuhan ekonomi.

Angka pengangguran dapat menurun, tetapi masyarakat tetap menghadapi persoalan pendapatan.

Seseorang dapat bekerja setiap hari tetapi penghasilannya masih terbatas.

Sebuah usaha dapat tetap berjalan tetapi keuntungannya sangat kecil.

Sebuah keluarga dapat memiliki pendapatan tetapi sebagian besar habis untuk kebutuhan dasar.

Artinya, ukuran kesejahteraan harus lebih luas daripada sekadar status bekerja atau tidak bekerja.

Pekerjaan harus memberikan peluang untuk meningkatkan kehidupan.

Daya Beli Menjadi Cermin Berikutnya

Pertumbuhan ekonomi juga berkaitan erat dengan daya beli masyarakat.

Ketika pendapatan meningkat lebih cepat dibandingkan kenaikan harga, masyarakat memiliki ruang yang lebih besar untuk konsumsi, menabung, atau berinvestasi.

Sebaliknya, ketika biaya hidup meningkat sementara pendapatan tidak banyak berubah, manfaat pertumbuhan dapat terasa lebih kecil.

Karena itu harga pangan, energi, transportasi, perumahan, pendidikan, dan kesehatan memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana masyarakat merasakan kondisi ekonomi.

Sebuah keluarga mungkin tidak terlalu memperhatikan angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Tetapi mereka sangat memperhatikan apakah uang yang mereka bawa pulang cukup untuk memenuhi kebutuhan bulan berikutnya.

Di situlah ekonomi makro bertemu dengan kehidupan sehari-hari.

Pertumbuhan Harus Masuk ke Rumah Tangga

Pada akhirnya, keberhasilan ekonomi dapat dilihat dari pertanyaan yang sangat sederhana:

Apakah keluarga memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan sebelumnya?

Apakah mereka dapat menyisihkan uang untuk tabungan?

Apakah mereka mampu membayar pendidikan anak?

Apakah mereka dapat menjaga kesehatan?

Apakah mereka mampu membeli kebutuhan tanpa terus menambah utang?

Apakah mereka memiliki modal untuk mengembangkan usaha?

Jika jawabannya semakin positif, pertumbuhan ekonomi mulai memberikan dampak nyata.

Namun jika pertumbuhan hanya terlihat dalam statistik sementara rumah tangga masih kesulitan meningkatkan pendapatan, maka ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Menciptakan Mobilitas

Ekonomi yang sehat seharusnya memungkinkan seseorang bergerak dari kondisi ekonomi yang lebih rendah menuju kondisi yang lebih baik.

Seorang pekerja dapat meningkatkan keterampilan dan mendapatkan pendapatan lebih tinggi.

Seorang pedagang kecil dapat mengembangkan usaha.

Seorang petani dapat meningkatkan produktivitas dan nilai jual produknya.

Seorang lulusan baru dapat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Sebuah keluarga dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak.

Itulah yang disebut mobilitas ekonomi.

Dan mobilitas ekonomi menjadi salah satu tanda bahwa pertumbuhan memberikan kesempatan.

Pertanyaan yang Lebih Penting

Karena itu, ketika pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi, masyarakat tidak perlu berhenti pada pertanyaan:

“Berapa persen pertumbuhannya?”

Ada pertanyaan lain yang sama penting:

“Dari mana pertumbuhan itu berasal?”

“Siapa yang mendapatkan manfaat?”

“Apakah pekerjaan bertambah?”

“Apakah pendapatan meningkat?”

“Apakah usaha kecil ikut tumbuh?”

“Apakah masyarakat memiliki kesempatan untuk naik kelas?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu kita memahami apakah pertumbuhan ekonomi benar-benar berkualitas.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less