Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Investasi & Keuangan » Ekonomi Indonesia Tumbuh, Tapi Siapa yang Paling Merasakan?

Ekonomi Indonesia Tumbuh, Tapi Siapa yang Paling Merasakan?

  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dari Pertumbuhan Ekonomi ke Kesejahteraan: Apa yang Harus Berubah?

Pertumbuhan ekonomi memberikan fondasi bagi pembangunan. Namun pertumbuhan itu sendiri bukan tujuan akhir.

Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup layak, bekerja secara produktif, mengembangkan usaha, memperoleh pendidikan yang baik, dan menyiapkan masa depan.

Karena itu, tantangan Indonesia bukan lagi sekadar bagaimana membuat ekonomi tumbuh.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Bagaimana membuat pertumbuhan tersebut menghasilkan kesejahteraan yang lebih luas?

Jawabannya membutuhkan perubahan pada banyak sisi sekaligus.


Pertama, Produktivitas Harus Naik

Indonesia membutuhkan ekonomi yang mampu menghasilkan lebih banyak nilai dari sumber daya yang dimiliki.

Produktivitas menjadi kunci.

Bagi perusahaan, produktivitas berarti menghasilkan barang dan jasa secara lebih efisien.

Bagi pekerja, produktivitas berkaitan dengan keterampilan, teknologi, pengalaman, dan kemampuan menghasilkan nilai.

Bagi pemerintah, produktivitas berkaitan dengan kualitas infrastruktur, regulasi, pendidikan, dan pelayanan publik.

Jika produktivitas meningkat, terdapat ruang yang lebih besar untuk meningkatkan daya saing sekaligus pendapatan.

Namun produktivitas tidak bisa hanya dikejar dengan meminta pekerja bekerja lebih keras.

Produktivitas harus dibangun melalui:

  • teknologi;
  • pendidikan;
  • pelatihan;
  • investasi;
  • manajemen;
  • infrastruktur;
  • dan lingkungan usaha yang sehat.

Bekerja lebih lama bukanlah satu-satunya cara meningkatkan produktivitas. Bekerja lebih cerdas dan menghasilkan nilai lebih tinggi jauh lebih penting.


Kedua, Pekerjaan Harus Naik Kelas

Indonesia telah memiliki basis tenaga kerja yang sangat besar.

Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kualitas pekerjaan.

Pekerjaan dengan produktivitas rendah cenderung menghasilkan pendapatan yang terbatas.

Sebaliknya, pekerjaan dengan keterampilan dan produktivitas tinggi memiliki peluang memberikan pendapatan yang lebih baik.

Karena itu transformasi ekonomi harus diikuti transformasi pasar tenaga kerja.

Pekerja harus mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan.

Perusahaan perlu memberikan ruang pengembangan.

Pendidikan harus lebih dekat dengan kebutuhan industri.

Dan pemerintah perlu memperkuat sistem pelatihan yang relevan dengan perubahan ekonomi.

Dengan cara tersebut, pertumbuhan investasi dan industri dapat diterjemahkan menjadi pekerjaan yang lebih berkualitas.


Ketiga, Pendidikan Harus Terhubung dengan Ekonomi

Salah satu tantangan terbesar Indonesia adalah memastikan pendidikan menghasilkan kemampuan yang dibutuhkan masyarakat dan dunia usaha.

Pendidikan tidak boleh berhenti pada kemampuan menghafal.

Dunia kerja membutuhkan kemampuan berpikir.

Memecahkan masalah.

Berkomunikasi.

Bekerja sama.

Menggunakan teknologi.

Mengelola informasi.

Dan beradaptasi.

Karena itu pendidikan harus mempersiapkan seseorang bukan hanya untuk mendapatkan pekerjaan pertama, tetapi juga untuk menghadapi perubahan sepanjang perjalanan karier.

Belajar Tidak Boleh Berhenti Setelah Lulus

Perubahan ekonomi membuat keterampilan memiliki masa berlaku yang semakin dinamis.

Seseorang yang memiliki kemampuan tertentu hari ini belum tentu memiliki kemampuan yang paling dibutuhkan lima atau sepuluh tahun mendatang.

Karena itu budaya belajar sepanjang hayat menjadi semakin penting.

Pekerja harus bersedia memperbarui keterampilan.

Perusahaan harus menyediakan kesempatan belajar.

Lembaga pendidikan harus terus menyesuaikan program.

Dan pemerintah perlu menciptakan ekosistem pelatihan yang mudah diakses.

Dengan demikian, perubahan teknologi tidak hanya menjadi ancaman terhadap pekerjaan.

Ia dapat menjadi kesempatan untuk menciptakan pekerjaan baru.


Keempat, UMKM Harus Naik Kelas

Usaha mikro dan kecil memiliki posisi penting dalam perekonomian Indonesia.

Namun ukuran keberhasilannya tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah unit usaha.

Yang lebih penting adalah kemampuan usaha tersebut berkembang.

Usaha kecil yang sehat harus mampu:

mencatat keuangan → mengendalikan biaya → menjaga kualitas → memperluas pasar → meningkatkan omzet → menghasilkan keuntungan → menambah kapasitas.

Proses tersebut membutuhkan akses.

Akses pembiayaan.

Akses teknologi.

Akses pasar.

Akses informasi.

Akses pelatihan.

Dan akses terhadap rantai pasok perusahaan yang lebih besar.

Jika akses tersebut diperluas, semakin banyak usaha kecil yang memiliki peluang naik kelas.


Digitalisasi Harus Menghasilkan Produktivitas

Digitalisasi sering kali dipandang sebagai solusi bagi usaha kecil.

Namun menggunakan teknologi tidak otomatis membuat usaha menjadi lebih produktif.

Yang penting adalah bagaimana teknologi digunakan.

Misalnya untuk:

  • pencatatan transaksi;
  • pengelolaan stok;
  • pemasaran;
  • pembayaran;
  • komunikasi pelanggan;
  • analisis penjualan;
  • dan pengelolaan operasional.

Teknologi harus membantu pemilik usaha menghemat waktu, mengurangi kesalahan, memperluas pasar, atau meningkatkan keuntungan.

Jika tidak memberikan manfaat tersebut, digitalisasi hanya menjadi aktivitas tambahan.


Kelima, Investasi Harus Terhubung dengan Ekonomi Lokal

Investasi besar memiliki potensi menciptakan dampak ekonomi yang luas.

Tetapi dampaknya akan lebih besar apabila perusahaan yang masuk ke suatu daerah dapat membangun hubungan dengan pelaku ekonomi lokal.

Misalnya melalui:

  • pemasok lokal;
  • tenaga kerja lokal;
  • jasa transportasi;
  • penyedia makanan;
  • logistik;
  • jasa perawatan;
  • dan berbagai usaha pendukung.

Dengan begitu, investasi dapat menciptakan efek berantai.

Satu perusahaan besar dapat memunculkan banyak aktivitas ekonomi baru.

Namun agar hal itu terjadi, usaha lokal harus memiliki kemampuan memenuhi standar perusahaan.

Kualitas harus terjaga.

Kapasitas harus memadai.

Administrasi harus tertib.

Dan kontrak harus dapat dipenuhi.

Karena itu kebijakan investasi juga perlu berjalan bersama dengan penguatan usaha lokal.


Keenam, Hilirisasi Harus Menciptakan Nilai Tambah

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar.

Hilirisasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Namun keberhasilan hilirisasi tidak cukup hanya diukur dari seberapa banyak bahan mentah yang diolah.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Seberapa besar kemampuan ekonomi Indonesia meningkat setelah proses tersebut?

Apakah teknologi berkembang?

Apakah tenaga kerja semakin terampil?

Apakah perusahaan lokal masuk ke rantai pasok?

Apakah ekspor produk bernilai tambah meningkat?

Apakah riset dan inovasi berkembang?

Jika jawabannya ya, maka hilirisasi dapat menjadi bagian dari proses transformasi ekonomi.

Jika tidak, Indonesia berisiko hanya memindahkan proses pengolahan tanpa benar-benar meningkatkan kemampuan nasional secara mendalam.


Ketujuh, Pembangunan Harus Memperhatikan Daya Beli

Pertumbuhan ekonomi tidak akan terasa apabila pendapatan masyarakat terus tergerus oleh biaya hidup.

Karena itu menjaga daya beli menjadi bagian penting dari pembangunan.

Pangan.

Energi.

Transportasi.

Perumahan.

Pendidikan.

Kesehatan.

Semuanya memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga.

Kebijakan ekonomi harus mampu menjaga keseimbangan.

Mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas.

Mendorong investasi sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan manfaat.

Meningkatkan produksi sekaligus menjaga akses terhadap kebutuhan dasar.


Kedelapan, Daerah Harus Mendapat Kesempatan yang Sama

Pemerataan tidak berarti seluruh daerah harus memiliki struktur ekonomi yang sama.

Yang dibutuhkan adalah kesempatan yang lebih seimbang.

Daerah harus memiliki:

infrastruktur → pendidikan → akses digital → pembiayaan → pasar → konektivitas.

Dengan fondasi tersebut, setiap wilayah dapat mengembangkan kekuatannya sendiri.

Daerah pertanian dapat meningkatkan nilai tambah pangan.

Daerah pesisir dapat mengembangkan perikanan dan industri pengolahan.

Daerah wisata dapat memperkuat ekonomi pariwisata.

Daerah industri dapat mengembangkan rantai pasok.

Kota dapat mengembangkan jasa dan ekonomi kreatif.

Dengan demikian, pertumbuhan tidak hanya terkonsentrasi di beberapa pusat ekonomi.


Pertumbuhan Ekonomi Harus Menciptakan Mobilitas Sosial

Inilah inti persoalannya.

Ekonomi yang tumbuh seharusnya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperbaiki posisi ekonominya.

Seorang anak dari keluarga sederhana harus memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang baik.

Seorang pekerja harus memiliki kesempatan meningkatkan keterampilan dan pendapatan.

Seorang pedagang kecil harus memiliki kesempatan mengembangkan usaha.

Seorang petani harus memiliki kesempatan meningkatkan produktivitas dan nilai jual.

Seorang pengusaha daerah harus memiliki kesempatan memasuki pasar yang lebih luas.

Jika kesempatan tersebut semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi dapat menjadi mesin mobilitas sosial.


Tidak Semua Orang Harus Mendapatkan Manfaat dengan Cara yang Sama

Penting untuk memahami bahwa pemerataan tidak berarti semua orang memperoleh hasil yang sama.

Yang harus diperluas adalah kesempatan.

Orang yang bekerja lebih keras dan membangun usaha dengan baik tentu dapat memperoleh hasil berbeda.

Perusahaan yang berinovasi dapat tumbuh lebih cepat.

Pekerja dengan keterampilan tinggi dapat memperoleh pendapatan lebih besar.

Namun sistem ekonomi harus memastikan bahwa masyarakat memiliki kesempatan yang wajar untuk masuk dan berkembang.

Artinya, persoalannya bukan membuat semua orang berada di posisi yang sama.

Persoalannya adalah memastikan tangga untuk naik tetap tersedia.


Apa Peran Pemerintah?

Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan menghasilkan manfaat luas.

Pemerintah perlu memastikan:

  • regulasi memberikan kepastian;
  • infrastruktur tersedia;
  • pendidikan berkualitas;
  • pelatihan relevan;
  • layanan kesehatan dapat diakses;
  • pembiayaan tersedia;
  • persaingan usaha sehat;
  • investasi memiliki kepastian;
  • dan perlindungan sosial tetap berjalan.

Namun pemerintah bukan satu-satunya aktor.

Dunia usaha juga memiliki tanggung jawab.

Begitu pula lembaga pendidikan, pekerja, investor, dan masyarakat.


Apa Peran Dunia Usaha?

Perusahaan bukan hanya mesin produksi.

Perusahaan juga merupakan tempat manusia bekerja dan berkembang.

Karena itu dunia usaha memiliki peran dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja.

Pelatihan.

Pengembangan karier.

Penggunaan teknologi.

Peningkatan keselamatan kerja.

Serta penciptaan lingkungan kerja yang produktif.

Perusahaan yang memiliki tenaga kerja semakin terampil pada akhirnya juga mendapatkan manfaat.

Produktivitas meningkat.

Kesalahan dapat dikurangi.

Inovasi dapat berkembang.

Daya saing menjadi lebih kuat.


Apa Peran Masyarakat?

Masyarakat juga harus mengambil bagian.

Pekerja perlu meningkatkan keterampilan.

Pelaku usaha perlu memperbaiki pengelolaan bisnis.

Generasi muda perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan.

Konsumen perlu semakin cerdas.

Dan masyarakat perlu memahami bagaimana perubahan ekonomi memengaruhi kehidupan mereka.

Pertumbuhan ekonomi bukan sesuatu yang hanya terjadi di gedung pemerintah.

Ia terjadi setiap hari di pasar, pabrik, kantor, sekolah, toko, sawah, pelabuhan, dan rumah tangga.


Pertumbuhan yang Baik Harus Terasa dalam Kehidupan

Pada akhirnya, kita dapat melihat kualitas pertumbuhan melalui beberapa pertanyaan sederhana.

Apakah lebih banyak orang memiliki pekerjaan yang baik?

Apakah pendapatan meningkat?

Apakah usaha semakin produktif?

Apakah pendidikan semakin relevan?

Apakah daerah memiliki kesempatan berkembang?

Apakah masyarakat memiliki ruang untuk menabung dan berinvestasi?

Apakah generasi berikutnya memiliki peluang yang lebih besar daripada generasi sebelumnya?

Semakin banyak jawaban yang positif, semakin besar kemungkinan pertumbuhan ekonomi benar-benar menghasilkan kesejahteraan.


Indonesia Tidak Membutuhkan Pertumbuhan yang Sekadar Cepat

Indonesia membutuhkan pertumbuhan yang berkualitas.

Pertumbuhan yang menciptakan produktivitas.

Pertumbuhan yang menghasilkan pekerjaan.

Pertumbuhan yang memperkuat usaha.

Pertumbuhan yang meningkatkan keterampilan.

Pertumbuhan yang menciptakan nilai tambah.

Pertumbuhan yang memperluas kesempatan.

Dan pada akhirnya:

pertumbuhan yang membuat masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik.

Karena itu, pertanyaan “siapa yang paling merasakan pertumbuhan?” seharusnya berubah menjadi pertanyaan yang lebih besar:

“Bagaimana memastikan semakin banyak masyarakat dapat merasakan manfaat pertumbuhan?”

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less