Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Kerja & Karir » Pekerjaan Apa yang Paling Dibutuhkan di Indonesia pada 2026?

Pekerjaan Apa yang Paling Dibutuhkan di Indonesia pada 2026?

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bukan hanya pekerjaan teknologi. Data terbaru menunjukkan pertanian, perdagangan, dan industri masih menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Indonesia. Namun, perubahan teknologi membuat kebutuhan keterampilan di dalam sektor-sektor tersebut ikut bergeser.

Loekepo.com — Ketika membicarakan pekerjaan yang paling dibutuhkan pada 2026, perhatian sering langsung tertuju pada bidang teknologi, kecerdasan artifisial (AI), data, atau pekerjaan digital.

Padahal, gambaran pasar kerja Indonesia jauh lebih luas.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 147,67 juta orang bekerja di Indonesia pada Februari 2026. Dari jumlah tersebut, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, yakni 42,49 juta orang atau 28,78 persen dari seluruh penduduk bekerja. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Artinya, pekerjaan yang banyak dibutuhkan Indonesia pada 2026 tidak hanya berada di sektor digital.

Justru, sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat masih menjadi bagian terbesar dari pasar kerja nasional.


Pasar Kerja Indonesia Masih Sangat Besar

BPS mencatat jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2026 mencapai 154,91 juta orang, meningkat sekitar 1,86 juta orang dibandingkan Februari 2025.

Jumlah penduduk yang bekerja juga naik sekitar 1,90 juta orang menjadi 147,67 juta orang. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 4,68 persen, turun 0,08 poin persentase dibandingkan Februari 2025. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Angka tersebut memberikan gambaran penting.

Pasar kerja Indonesia terus bertambah, tetapi kesempatan kerja tidak tersebar secara merata pada semua sektor.

Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan sekadar:

“Pekerjaan apa yang paling populer pada 2026?”

Melainkan:

“Sektor mana yang menyerap banyak tenaga kerja dan keterampilan apa yang dibutuhkan di dalamnya?”


3 Sektor Terbesar Penyerap Tenaga Kerja

BPS menyebut penyerapan tenaga kerja nasional pada Februari 2026 masih didominasi oleh tiga sektor, yaitu pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri.

Ketiganya secara bersama-sama menyerap 60,29 persen tenaga kerja nasional. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Ketiga sektor tersebut layak diperhatikan karena memberikan gambaran mengenai struktur pekerjaan Indonesia saat ini.

1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

Pertanian menjadi sektor dengan jumlah pekerja terbesar.

Pada Februari 2026, sektor ini menyerap 42,49 juta orang atau 28,78 persen dari penduduk bekerja. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Angka tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan yang berhubungan dengan pangan dan sumber daya alam masih sangat penting bagi perekonomian Indonesia.

Namun, pertanian masa kini tidak harus identik dengan pekerjaan konvensional.

Perkembangan teknologi membuka kebutuhan terhadap berbagai kemampuan baru, seperti:

  • pengelolaan produksi;
  • teknologi pertanian;
  • pengolahan hasil;
  • distribusi dan logistik;
  • pemasaran produk;
  • pengelolaan data;
  • penggunaan mesin dan peralatan modern.

Dengan demikian, peluang pekerjaan di sektor pertanian dapat berkembang seiring modernisasi rantai produksi dan distribusi.


2. Perdagangan Besar dan Eceran

Perdagangan merupakan sektor besar lainnya dalam penyerapan tenaga kerja Indonesia.

Sektor ini mencakup aktivitas yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perdagangan barang konsumsi hingga distribusi dan aktivitas yang berkaitan dengan kendaraan bermotor.

Perkembangan perdagangan juga semakin terkait dengan teknologi.

Penjual tidak lagi hanya membutuhkan kemampuan menjual secara langsung.

Kemampuan seperti:

  • pemasaran digital;
  • pengelolaan marketplace;
  • layanan pelanggan;
  • pengelolaan stok;
  • analisis penjualan;
  • logistik;
  • pembuatan konten;
  • pembayaran digital;

semakin relevan dalam ekosistem perdagangan yang berubah.

Ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak selalu menciptakan sektor pekerjaan yang sepenuhnya baru.

Dalam banyak kasus, teknologi justru mengubah cara pekerjaan lama dilakukan.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less