Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Pendidikan » Buku Pelajaran Sekolah Akan Dievaluasi, Apa yang Perlu Berubah di Era AI?

Buku Pelajaran Sekolah Akan Dievaluasi, Apa yang Perlu Berubah di Era AI?

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Loekepo.com — Buku pelajaran sekolah di Indonesia akan dievaluasi agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti membentuk tim untuk mempelajari dan mengevaluasi kembali buku ajar yang digunakan peserta didik.

Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada 11 Juni 2026. Pemerintah menilai materi pembelajaran perlu mengikuti perubahan teknologi dan perkembangan pengetahuan agar pendidikan Indonesia tidak tertinggal.

Pertanyaannya kemudian bukan sekadar apakah buku pelajaran lama perlu diganti.

Yang lebih penting adalah seperti apa buku pelajaran yang dibutuhkan siswa Indonesia ketika kecerdasan buatan atau AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari?

Mengapa Buku Pelajaran Perlu Dievaluasi?

Perubahan teknologi membuat pengetahuan berkembang jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Siswa saat ini dapat mencari informasi melalui internet, menonton video pembelajaran, menggunakan aplikasi pendidikan, bahkan bertanya kepada AI untuk mendapatkan penjelasan tentang suatu materi.

Kondisi tersebut membuat fungsi buku pelajaran ikut berubah.

Buku tidak lagi cukup hanya menjadi tempat siswa menemukan informasi. Buku perlu membantu siswa memahami, memeriksa, membandingkan, dan menggunakan informasi secara benar.

Pemerintah sendiri menekankan perlunya penyesuaian buku ajar dengan perkembangan zaman dan teknologi. Dalam pernyataan pemerintah, buku pelajaran Indonesia juga diharapkan mampu bersaing dengan buku dari negara lain.

Apakah Buku Cetak Masih Penting?

Jawabannya: masih.

Evaluasi buku pelajaran tidak otomatis berarti buku cetak akan ditinggalkan.

Buku memiliki beberapa fungsi yang tetap penting, terutama sebagai sumber materi yang telah melalui proses kurasi dan dapat digunakan tanpa bergantung sepenuhnya pada koneksi internet.

Masalahnya bukan terletak pada apakah buku tersebut dicetak atau digital.

Yang lebih penting adalah kualitas isi dan cara materi tersebut membantu siswa belajar.

Buku cetak juga dapat berjalan berdampingan dengan sumber digital, video pembelajaran, simulasi, dan teknologi AI.

Apa yang Seharusnya Berubah?

Ada beberapa aspek yang menurut Loekepo penting diperhatikan ketika buku pelajaran dievaluasi.

1. Materi Tidak Cukup Hanya Mengajarkan Hafalan

Siswa perlu memahami konsep, bukan sekadar mengingat jawaban.

Buku pelajaran seharusnya memberikan lebih banyak contoh situasi nyata yang membantu siswa menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Misalnya, pembelajaran matematika dapat dikaitkan dengan pengelolaan uang, harga barang, tabungan, data, dan pengambilan keputusan.

Dengan demikian, siswa tidak hanya mengetahui rumus, tetapi memahami kapan dan mengapa rumus tersebut digunakan.

2. Literasi Digital Perlu Menjadi Bagian dari Pembelajaran

Anak-anak saat ini hidup di tengah banjir informasi.

Mereka dapat menemukan berita, video, unggahan media sosial, maupun jawaban dari mesin pencari hanya dalam hitungan detik.

Masalahnya, tidak semua informasi tersebut benar.

Karena itu, buku pelajaran generasi baru seharusnya membantu siswa memahami cara:

  • memeriksa sumber informasi;
  • membedakan fakta dan opini;
  • mengenali informasi palsu;
  • membandingkan beberapa sumber;
  • memahami konteks sebuah informasi;
  • menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Kemampuan tersebut semakin penting ketika AI dapat menghasilkan jawaban yang terlihat meyakinkan tetapi belum tentu benar.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less