Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Usaha & Wirausaha » Panduan Memulai Usaha Modal Kecil dari Nol Setelah PHK

Panduan Memulai Usaha Modal Kecil dari Nol Setelah PHK

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

12. Gunakan Media Sosial sebagai Etalase

Media sosial dapat digunakan untuk menunjukkan:

  • produk;
  • harga;
  • cara pemesanan;
  • testimoni;
  • proses produksi;
  • lokasi;
  • promo.

Tetapi jangan hanya membuat konten.

Arahkan konten kepada tindakan yang jelas.

Misalnya:

Pesan melalui WhatsApp.

atau

Pre-order dibuka sampai Jumat.

atau

Tersedia 20 paket hari ini.

Konten yang bagus tetapi tidak menghasilkan percakapan atau transaksi perlu dievaluasi.

13. Jangan Terjebak Utang untuk Memulai

Setelah PHK, mengambil utang besar untuk membuka bisnis memiliki risiko tinggi.

Jika bisnis belum menghasilkan, cicilan tetap harus dibayar.

Karena itu, pada tahap validasi lebih baik menggunakan model yang membutuhkan modal kecil.

Jika bisnis sudah terbukti memiliki permintaan dan arus kas yang sehat, kebutuhan pembiayaan dapat dievaluasi kembali.

Jangan meminjam uang untuk membuktikan bahwa orang mungkin mau membeli.

Buktikan terlebih dahulu bahwa orang benar-benar mau membeli.

14. Buat Target 30 Hari Pertama

Jangan langsung membuat target:

“Saya harus punya bisnis besar.”

Buat target yang dapat diukur.

Minggu 1

  • pilih satu ide;
  • tentukan target pelanggan;
  • hitung modal;
  • hitung HPP;
  • buat produk minimum.

Minggu 2

  • cari calon pelanggan;
  • tawarkan produk;
  • lakukan penjualan pertama;
  • kumpulkan feedback.

Minggu 3

  • perbaiki produk;
  • evaluasi harga;
  • hitung margin;
  • cari pelanggan baru.

Minggu 4

  • lihat jumlah transaksi;
  • hitung omzet;
  • hitung laba;
  • hitung repeat order;
  • putuskan apakah usaha dilanjutkan, diperbaiki, atau dihentikan.

Dengan demikian, satu bulan pertama menjadi periode uji bisnis, bukan pertaruhan seluruh masa depan.

15. Ukur Lima Angka Penting

Setiap minggu, catat minimal:

1. Jumlah pelanggan

Berapa orang membeli?

2. Omzet

Berapa total penjualan?

3. HPP

Berapa biaya produk yang terjual?

4. Laba

Berapa uang yang benar-benar tersisa setelah biaya?

5. Repeat order

Berapa pelanggan yang kembali membeli?

Kelima angka tersebut jauh lebih berguna daripada sekadar melihat jumlah follower.

16. Kapan Harus Menambah Modal?

Jangan menambah modal hanya karena merasa bisnis terlihat menjanjikan.

Tambahkan modal ketika ada bukti.

Misalnya:

  • permintaan meningkat;
  • kapasitas produksi terbatas;
  • pelanggan kembali membeli;
  • margin masih sehat;
  • arus kas dapat dipantau.

Jika penjualan belum terbukti, menambah modal justru dapat memperbesar kerugian.

17. Bagaimana Jika Usaha Sepi?

Usaha yang sepi pada awalnya tidak otomatis berarti gagal.

Tetapi juga jangan otomatis menganggap:

“Nanti juga ramai.”

Cari penyebabnya.

Apakah:

  • produknya tidak dibutuhkan?
  • harga terlalu mahal?
  • lokasi salah?
  • target pelanggan tidak tepat?
  • kualitas belum konsisten?
  • promosi tidak sampai ke target?
  • pelayanan kurang baik?

Kemudian ubah satu faktor dan ukur kembali.

Bisnis membutuhkan evaluasi, bukan sekadar kesabaran.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less