Kepo Soal
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Travel & Wisata » Travel Keluarga Murah: Cara Memilih Destinasi Ramah Keluarga agar Tetap Hemat

Travel Keluarga Murah: Cara Memilih Destinasi Ramah Keluarga agar Tetap Hemat

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Liburan bersama keluarga sering kali menjadi momen yang paling dinantikan. Namun, tidak sedikit keluarga yang akhirnya menunda rencana berwisata karena bingung menentukan destinasi yang sesuai dengan anggaran tanpa mengurangi kenyamanan.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai Indonesia memiliki banyak pilihan destinasi wisata ramah keluarga yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Kuncinya bukan hanya mencari tempat yang murah, tetapi juga memilih lokasi yang aman, memiliki fasilitas lengkap, serta menyusun rencana perjalanan secara matang. (Antara News)

Bagi keluarga dengan anggaran terbatas, pendekatan tersebut dapat membantu menekan pengeluaran sekaligus membuat liburan tetap berkualitas. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa perjalanan wisata domestik masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dengan berbagai karakteristik tujuan, lama perjalanan, hingga pola pengeluaran wisatawan. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Mengapa Banyak Keluarga Bingung Memilih Destinasi Wisata?

Perkembangan media sosial membuat pilihan destinasi wisata semakin beragam. Hampir setiap hari muncul tempat wisata baru yang terlihat menarik sehingga calon wisatawan kesulitan menentukan mana yang benar-benar cocok untuk keluarga.

Selain itu, informasi yang beredar sering kali hanya menampilkan keindahan destinasi tanpa menjelaskan estimasi biaya transportasi, penginapan, konsumsi, maupun tiket masuk secara menyeluruh. Akibatnya, banyak keluarga baru menyadari total pengeluaran setelah perjalanan berlangsung.

Perubahan harga transportasi dan hotel yang mengikuti musim liburan juga membuat perencanaan menjadi lebih sulit. Destinasi yang terlihat murah pada hari biasa bisa mengalami kenaikan harga cukup signifikan ketika memasuki musim liburan sekolah maupun akhir tahun. (Antara News)

Siapa yang Paling Terdampak?

Masalah ini paling sering dialami oleh:

  • keluarga muda dengan anak balita atau usia sekolah;
  • keluarga dengan pendapatan rendah hingga menengah;
  • orang tua yang membawa anak sekaligus lansia;
  • keluarga yang hanya memiliki waktu liburan singkat pada akhir pekan atau musim libur sekolah.

Kelompok tersebut umumnya membutuhkan destinasi yang mudah dijangkau, aman bagi anak-anak, nyaman bagi orang tua, dan tetap sesuai kemampuan finansial. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Solusi Menurut Kementerian Pariwisata

Alih-alih mengejar destinasi yang sedang viral, Kementerian Pariwisata menyarankan masyarakat memilih tujuan wisata berdasarkan kebutuhan keluarga.

Dalam keterangannya kepada ANTARA, Kemenpar menyampaikan:

“Indonesia tentu saja mempunyai banyak pilihan destinasi untuk liburan bersama keluarga yang dapat disesuaikan dengan minat wisatanya seperti wisata kuliner, wisata budaya, wisata buatan, dan wisata alam.”

Kementerian juga merekomendasikan destinasi yang menyediakan fasilitas pendukung seperti area bermain anak, toilet ramah anak, ruang laktasi, jalur stroller, hingga atraksi edukatif sehingga perjalanan menjadi lebih nyaman bagi seluruh anggota keluarga. (Antara News)

Cara Memilih Destinasi Wisata Keluarga dengan Budget Terbatas

1. Tentukan anggaran sebelum memilih tujuan

Kesalahan paling umum adalah menentukan destinasi terlebih dahulu, kemudian baru menghitung biaya.

Cara yang lebih efektif adalah menentukan batas anggaran, misalnya Rp2 juta, Rp3 juta, atau Rp5 juta untuk seluruh anggota keluarga. Setelah itu, pilih destinasi yang sesuai dengan kemampuan tersebut.

Metode ini membuat seluruh keputusan berikutnya—mulai dari transportasi, hotel, hingga tempat makan—lebih mudah dikendalikan. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

2. Utamakan destinasi dekat rumah

Kementerian Pariwisata melalui kampanye #DiIndonesiaAja mendorong masyarakat mengeksplorasi destinasi yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal.

Selain memangkas biaya transportasi, perjalanan yang lebih singkat juga mengurangi kelelahan anak-anak dan orang tua.

Strategi ini terbukti sejalan dengan tren perjalanan wisatawan nusantara yang lebih banyak berwisata di dalam provinsi masing-masing. (Antara News)

3. Pilih tempat wisata yang benar-benar ramah keluarga

Harga murah tidak selalu berarti pilihan terbaik.

Pastikan destinasi memiliki:

  • area bermain anak;
  • toilet bersih;
  • tempat makan yang mudah dijangkau;
  • ruang menyusui bila diperlukan;
  • jalur stroller;
  • area istirahat;
  • fasilitas kesehatan dasar;
  • sistem keamanan yang baik.

Fasilitas tersebut sering kali membuat perjalanan jauh lebih nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan yang tidak direncanakan. (Antara News)

4. Pesan transportasi dan hotel lebih awal

Semakin dekat dengan tanggal keberangkatan, harga tiket maupun akomodasi cenderung meningkat.

Melakukan pemesanan beberapa minggu atau bulan sebelumnya memberi peluang memperoleh tarif yang lebih kompetitif sekaligus pilihan hotel yang lebih banyak. (Antara News)

5. Manfaatkan promo resmi dan hindari musim liburan puncak

Salah satu cara paling efektif untuk menghemat anggaran adalah memesan tiket transportasi dan akomodasi jauh hari sebelum keberangkatan. Selain harga yang cenderung lebih rendah, pilihan hotel dan jadwal perjalanan juga biasanya masih lebih banyak.

Apabila memungkinkan, pilih waktu keberangkatan di luar musim liburan sekolah, akhir tahun, atau hari raya. Pada periode tersebut, tarif transportasi dan penginapan umumnya lebih stabil dibandingkan saat permintaan sedang tinggi. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

6. Susun itinerary yang efisien

Kesalahan yang sering dilakukan wisatawan adalah mengunjungi lokasi yang berjauhan dalam satu hari. Akibatnya, biaya transportasi bertambah dan waktu liburan lebih banyak habis di perjalanan.

Sebaiknya kelompokkan destinasi yang berada dalam satu kawasan sehingga perjalanan menjadi lebih hemat, anak-anak tidak mudah lelah, dan keluarga memiliki waktu lebih banyak menikmati setiap tempat wisata. Pendekatan ini juga sejalan dengan arah pengembangan destinasi wisata terpadu yang tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Pariwisata 2025–2029. (Kemenpar API)

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berangkat

Liburan hemat bukan berarti mengabaikan faktor keselamatan. Pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui rencana perjalanan, membawa obat-obatan pribadi, serta menyiapkan dana darurat apabila terjadi perubahan jadwal atau kebutuhan tak terduga.

Bagi keluarga yang membawa balita maupun lansia, pilih destinasi dengan akses yang mudah, fasilitas kesehatan yang memadai, dan area istirahat yang cukup. Faktor kenyamanan sering kali lebih berpengaruh terhadap kualitas liburan dibandingkan banyaknya tempat yang dikunjungi. (Antara News)

Dampak Positif Jika Perjalanan Direncanakan dengan Baik

Perencanaan yang matang memberikan sejumlah manfaat, antara lain:

  • Pengeluaran lebih terkendali dan sesuai anggaran.
  • Risiko pembengkakan biaya dapat diminimalkan.
  • Anak-anak lebih nyaman karena jadwal perjalanan tidak terlalu padat.
  • Orang tua dapat menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.
  • Turut mendukung pertumbuhan sektor pariwisata domestik melalui kunjungan ke berbagai destinasi di Indonesia. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

  • Penulis: Redaksi Loekepo

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less