Kepo
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Cantik & Sehat » Sunscreen SPF 30 vs SPF 50: Mana yang Lebih Tepat untuk Kulit di Indonesia?

Sunscreen SPF 30 vs SPF 50: Mana yang Lebih Tepat untuk Kulit di Indonesia?

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sobat Kepo, sunscreen sudah menjadi bagian penting dari perawatan kulit. Namun, ketika berada di depan rak produk, satu pertanyaan sering muncul: lebih baik memilih SPF 30 atau SPF 50?

Angka SPF yang lebih tinggi memang memberikan perlindungan UVB sedikit lebih besar, tetapi bukan berarti SPF 50 membuat seseorang bebas berada di bawah sinar matahari lebih lama.

American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih, perlindungan broad-spectrum terhadap UVA dan UVB, serta water-resistant untuk penggunaan ketika berada di luar ruangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menekankan bahwa sunscreen sebaiknya menjadi bagian dari perlindungan terhadap sinar ultraviolet bersama dengan berteduh dan menggunakan pakaian pelindung.

Jadi, persoalannya bukan sekadar SPF 30 atau SPF 50, tetapi apakah sunscreen yang digunakan memiliki perlindungan yang tepat dan dipakai dengan benar.

Apa Sebenarnya Arti SPF?

SPF adalah singkatan dari Sun Protection Factor.

Angka tersebut terutama menggambarkan tingkat perlindungan terhadap UVB, yaitu jenis radiasi ultraviolet yang berperan besar dalam menyebabkan kulit terbakar.

Menurut AAD, sunscreen SPF 30 dapat memblokir sekitar 97 persen sinar UVB. SPF yang lebih tinggi memberikan perlindungan sedikit lebih besar, tetapi tidak ada sunscreen yang mampu memblokir 100 persen sinar UV.

Hal penting lainnya: SPF yang lebih tinggi tidak berarti sunscreen bertahan lebih lama.

SPF 50 bukan berarti seseorang dapat berada di bawah matahari selama 50 kali lebih lama dibandingkan tanpa sunscreen.

Ketika berada di luar ruangan, sunscreen tetap perlu diaplikasikan ulang secara berkala.

Lalu, Apa Bedanya SPF 30 dan SPF 50?

Secara sederhana:

SPFTingkat perlindungan UVBCocok untuk
SPF 30TinggiAktivitas sehari-hari dan penggunaan rutin
SPF 50Sedikit lebih tinggiAktivitas luar ruangan lebih intens
SPF lebih tinggiPerlindungan UVB lebih tinggi, tetapi tidak 100%Kondisi tertentu sesuai kebutuhan

Perbedaan angka tersebut sering disalahpahami.

SPF 50 bukan berarti dua kali lebih kuat daripada SPF 25.

Yang lebih penting adalah sunscreen diaplikasikan dalam jumlah yang memadai dan digunakan kembali sesuai kebutuhan.

AAD menyebut banyak orang menggunakan sunscreen lebih sedikit daripada jumlah yang dibutuhkan untuk mendapatkan tingkat perlindungan sesuai angka pada label.

Artinya, sunscreen SPF 50 yang dipakai terlalu tipis belum tentu memberikan perlindungan sesuai klaim SPF 50 pada kemasan.

Jangan Hanya Melihat Angka SPF

Ini salah satu kesalahan paling umum ketika memilih sunscreen.

Seseorang bisa saja memilih produk dengan SPF tinggi, tetapi mengabaikan perlindungan terhadap UVA.

Padahal, UVA dan UVB memiliki dampak berbeda pada kulit.

UVB terutama berkaitan dengan sunburn, sedangkan UVA dapat berkontribusi terhadap penuaan kulit seperti kerutan dan perubahan pigmentasi. UVA juga dapat menembus kaca jendela.

Karena itu, cari produk yang mencantumkan broad-spectrum atau perlindungan terhadap UVA dan UVB.

Untuk penggunaan di luar ruangan, AAD merekomendasikan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih dan water-resistant.

Mengapa Sunscreen Penting untuk Mencegah Penuaan Kulit?

Kerutan dan flek tidak hanya berkaitan dengan usia.

Paparan ultraviolet yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit dalam jangka panjang.

WHO menyebut paparan UV berlebihan dapat menyebabkan berbagai dampak kesehatan, termasuk kanker kulit. Karena itu, perlindungan dari UV bukan hanya persoalan kosmetik.

Dalam konteks kecantikan, perlindungan matahari juga penting karena paparan UV dapat berkontribusi terhadap tanda-tanda penuaan kulit.

AAD merekomendasikan perlindungan matahari sebagai bagian penting dari perawatan untuk membantu mencegah kerutan dan age spots.

Dengan kata lain, sunscreen bukan sekadar produk tambahan dalam rutinitas skincare.

Sunscreen adalah bagian dari strategi perlindungan kulit jangka panjang.

Bagaimana Jika Masalah Kulitnya Flek atau Melasma?

Bagi orang yang mengalami masalah pigmentasi seperti melasma, perlindungan terhadap matahari menjadi semakin penting.

AAD menyebut paparan sinar matahari dapat memicu melasma dan merekomendasikan sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih, water-resistant, serta perlindungan tambahan seperti berteduh dan pakaian pelindung.

Menariknya, untuk masalah pigmentasi tertentu, visible light juga dapat berperan.

AAD menyebut sunscreen berwarna atau tinted sunscreen yang mengandung iron oxide dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap visible light yang dapat memperburuk penggelapan kulit.

Namun, sunscreen bukan satu-satunya penanganan untuk melasma. Jika pigmentasi menetap, bertambah luas, atau mengganggu, pemeriksaan dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

Berapa Kali Sunscreen Harus Dipakai?

Untuk aktivitas di luar ruangan, AAD merekomendasikan sunscreen diaplikasikan kembali setiap dua jam, serta setelah berenang atau berkeringat.

Jadi, mengoleskan sunscreen sekali pada pagi hari tidak otomatis memberikan perlindungan sepanjang hari.

Contohnya:

Pukul 07.00
Menggunakan sunscreen sebelum beraktivitas.

Pukul 09.00–10.00
Jika masih berada di luar ruangan, pertimbangkan pengaplikasian ulang sesuai kondisi dan petunjuk produk.

Setelah berkeringat banyak atau berenang
Aplikasikan kembali.

Frekuensi sebenarnya perlu disesuaikan dengan aktivitas dan petunjuk pada produk, terutama untuk sunscreen yang memiliki klaim water-resistant.

Apakah Perlu Sunscreen Saat Cuaca Mendung?

Mendung bukan berarti tidak ada radiasi UV.

WHO menjelaskan bahwa UV tidak dapat dilihat maupun dirasakan secara langsung dan merekomendasikan perlindungan ketika UV Index mencapai 3 atau lebih.

Karena itu, jangan menggunakan suhu udara sebagai satu-satunya patokan.

Hari yang terasa tidak terlalu panas tetap dapat memiliki tingkat UV yang perlu diperhatikan.

Untuk mengetahui kapan perlindungan matahari dibutuhkan, UV Index lebih relevan dibandingkan sekadar melihat apakah langit cerah atau mendung.

Apakah SPF 50 Selalu Lebih Baik?

Tidak sesederhana itu.

SPF 50 memang memberikan tingkat perlindungan UVB sedikit lebih tinggi dibandingkan SPF 30. Namun, manfaatnya tidak akan maksimal jika:

  • sunscreen digunakan terlalu sedikit;
  • tidak diaplikasikan merata;
  • tidak digunakan kembali ketika diperlukan;
  • hanya melindungi wajah tetapi leher terabaikan;
  • atau pengguna mengabaikan perlindungan lain seperti pakaian dan tempat teduh.

WHO menekankan bahwa perlindungan terbaik tidak hanya mengandalkan sunscreen, tetapi juga mengurangi paparan langsung, mencari tempat teduh dan menggunakan pakaian pelindung.

Jadi, SPF 30 yang digunakan dengan benar dapat menjadi pilihan yang baik, sementara SPF 50 dapat menjadi pilihan menarik ketika seseorang membutuhkan perlindungan UVB yang sedikit lebih tinggi.

Bagaimana Memilih Sunscreen untuk Aktivitas Sehari-hari?

Sobat Kepo tidak perlu selalu memilih produk paling mahal.

Lebih penting memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Minimal SPF 30

Untuk perlindungan rutin, pilih SPF 30 atau lebih.

2. Broad-spectrum

Pastikan produk memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB.

3. Water-resistant untuk aktivitas tertentu

Jika sering berkeringat, berolahraga atau berenang, pertimbangkan sunscreen yang memiliki klaim water-resistant dan ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan.

4. Sesuaikan dengan kondisi kulit

Kulit berminyak, kering, sensitif atau mudah berjerawat dapat membutuhkan formulasi berbeda.

AAD juga menyarankan mempertimbangkan produk yang sesuai dengan tipe kulit dan, bagi kulit yang mudah mengalami penyumbatan pori, label seperti non-comedogenic dapat menjadi pertimbangan.

5. Perhatikan kenyamanan

Sunscreen yang terasa terlalu berat atau menyebabkan iritasi mungkin membuat seseorang malas menggunakannya secara rutin.

Dalam praktiknya, produk yang nyaman digunakan secara konsisten sering kali lebih bermanfaat daripada produk dengan spesifikasi tinggi tetapi jarang digunakan.

Jangan Lupakan Leher dan Area yang Sering Terlewat

Sunscreen sebaiknya tidak hanya digunakan pada bagian tengah wajah.

AAD mengingatkan agar sunscreen diaplikasikan pada seluruh kulit yang tidak tertutup pakaian, termasuk wajah, telinga, leher, dan area lain yang terkena sinar matahari.

Area yang sering terlupakan antara lain:

  • telinga;
  • leher;
  • garis rambut;
  • punggung tangan;
  • bagian atas kaki ketika menggunakan sandal;
  • dan bibir.

Untuk bibir, AAD merekomendasikan lip balm dengan SPF minimal 30.

Sunscreen Bukan Alasan untuk Berlama-lama di Bawah Matahari

Ini bagian yang sering disalahpahami.

Sunscreen bukan alat untuk membuat seseorang dapat berada di bawah matahari tanpa batas.

WHO secara tegas menyarankan agar sunscreen digunakan sebagai bagian dari perlindungan terhadap UV, bukan untuk memperpanjang waktu seseorang berada di bawah paparan matahari.

Jika UV sedang tinggi, perlindungan tambahan tetap diperlukan.

Gunakan:

  • pakaian yang menutupi kulit;
  • topi bertepi lebar;
  • kacamata dengan perlindungan UV;
  • tempat teduh;
  • dan kurangi aktivitas langsung di bawah matahari ketika radiasi sedang kuat.

Jadi, Pilih SPF 30 atau SPF 50?

Jawabannya kembali pada kebutuhan.

Untuk penggunaan sehari-hari: SPF 30 atau lebih dengan broad-spectrum protection sudah memenuhi rekomendasi dermatologi untuk perlindungan dasar.

Untuk aktivitas luar ruangan yang lebih intens: SPF 50 dapat menjadi pilihan yang masuk akal, terutama jika digunakan sesuai petunjuk dan diaplikasikan kembali ketika diperlukan.

Namun, jangan sampai perbedaan SPF membuat kita lupa pada hal yang lebih penting.

Sunscreen SPF 50 yang digunakan terlalu sedikit dan tidak pernah diaplikasikan ulang tidak otomatis lebih efektif daripada sunscreen SPF 30 yang digunakan dengan benar.

Kesimpulan

Memilih sunscreen seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan “SPF berapa yang paling tinggi?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

Apakah produk tersebut memberikan perlindungan broad-spectrum, sesuai dengan aktivitas, nyaman digunakan, dan dipakai dalam jumlah yang cukup serta secara konsisten?

Untuk kebanyakan orang, SPF 30 atau lebih sudah menjadi titik awal yang baik. SPF 50 dapat memberikan perlindungan UVB sedikit lebih tinggi dan menjadi pilihan yang menarik untuk aktivitas dengan paparan matahari lebih intens.

Yang tidak kalah penting, perlindungan matahari sebaiknya dilakukan secara menyeluruh: sunscreen, pakaian pelindung, berteduh, dan memperhatikan UV Index.

Karena menjaga kulit bukan hanya tentang membuatnya terlihat lebih baik hari ini, tetapi juga mengurangi kerusakan akibat paparan UV dalam jangka panjang.


FAQ

Apakah SPF 50 dua kali lebih kuat daripada SPF 25?

Tidak. Angka SPF tidak bekerja secara linear. SPF 50 memberikan perlindungan UVB lebih tinggi daripada SPF 30, tetapi bukan berarti dua kali lebih kuat atau membuat seseorang bisa berada di bawah matahari dua kali lebih lama.

Apakah sunscreen SPF 30 cukup?

SPF 30 atau lebih direkomendasikan oleh AAD sebagai salah satu kriteria sunscreen untuk perlindungan matahari, bersama broad-spectrum dan water resistance untuk kondisi tertentu.

Berapa kali sunscreen harus diaplikasikan?

Ketika berada di luar ruangan, AAD merekomendasikan pengaplikasian ulang sekitar setiap dua jam dan setelah berenang atau berkeringat. Tetap ikuti petunjuk pada produk.

Apakah sunscreen tetap diperlukan saat mendung?

Radiasi UV tetap dapat mencapai permukaan bumi saat kondisi tidak sepenuhnya cerah. WHO menggunakan UV Index sebagai salah satu panduan kapan perlindungan matahari diperlukan dan merekomendasikan perlindungan ketika UVI mencapai 3 atau lebih.

Apakah sunscreen bisa mencegah penuaan kulit?

Perlindungan terhadap UV membantu mengurangi paparan yang berkontribusi terhadap kerusakan kulit dan tanda-tanda penuaan seperti kerutan dan perubahan pigmentasi.


Sumber: World Health Organization (WHO) dan American Academy of Dermatology (AAD). Informasi ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter, terutama untuk keluhan kulit yang menetap atau memburuk.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less