Resign Tanpa Punya Pekerjaan Baru, Apa yang Harus Dilakukan?
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Resign tanpa pekerjaan baru membutuhkan perencanaan keuangan dan strategi karier yang matang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Loekepo.com — Mengundurkan diri dari pekerjaan tanpa memiliki pekerjaan baru sering dianggap sebagai keputusan berisiko. Penghasilan berhenti, sementara belum ada kepastian kapan pekerjaan berikutnya akan diperoleh.
Namun, resign tanpa pekerjaan baru tidak selalu berarti seseorang telah membuat keputusan yang salah.
Ada orang yang resign karena ingin berpindah karier, mengejar peluang yang lebih baik, membangun usaha, atau karena kondisi pekerjaan yang sudah tidak sesuai dengan rencana hidup.
Masalahnya bukan semata-mata pada keputusan resign.
Yang lebih penting adalah apa yang dilakukan setelah resign dan seberapa siap kondisi keuangannya.
Bagi Sobat Kepo yang sudah terlanjur resign tanpa pekerjaan baru, jangan langsung panik.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kendali atas kondisi keuangan dan karier.
1. Berhenti Menyesali Keputusan, Mulai Hitung Kondisi Nyata
Setelah resign, hal pertama yang perlu dilakukan bukan langsung mengirim puluhan CV.
Mulailah dengan menghitung kondisi keuangan.
Catat:
- saldo tabungan;
- uang tunai;
- pemasukan sampingan;
- cicilan;
- biaya tempat tinggal;
- kebutuhan makan;
- transportasi;
- kebutuhan keluarga;
- tagihan rutin.
Kemudian hitung berapa bulan uang yang tersedia dapat digunakan untuk bertahan.
Misalnya tabungan Rp20 juta dan kebutuhan minimum Rp5 juta per bulan.
Secara sederhana:
Rp20 juta ÷ Rp5 juta = 4 bulan
Artinya, tanpa pemasukan baru, tersedia waktu sekitar empat bulan.
Angka ini disebut financial runway.
Runway inilah yang harus menjadi dasar keputusan berikutnya.
2. Bedakan Resign Terencana dan Resign karena Terdesak
Kondisi setiap orang berbeda.
Ada yang sudah menyiapkan tabungan selama enam bulan sebelum resign.
Ada juga yang resign karena kondisi pekerjaan sudah tidak dapat dipertahankan.
Keduanya membutuhkan strategi berbeda.
Jika resign sudah direncanakan
Fokus dapat diarahkan pada:
- mencari pekerjaan baru;
- membangun skill;
- membuat usaha;
- freelance;
- membangun portofolio;
- memperluas jaringan profesional.
Jika resign terjadi secara mendadak
Prioritas pertama adalah:
mengamankan pemasukan.
Jangan langsung menghabiskan tabungan untuk mencoba bisnis yang belum teruji.
Cari sumber penghasilan sementara sambil tetap mencari pekerjaan yang lebih sesuai.
Penulis Redaksi Loekepo
Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.


