Resign Tanpa Punya Pekerjaan Baru, Apa yang Harus Dilakukan?
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 128
- comment 0 komentar
- print Cetak

Resign tanpa pekerjaan baru membutuhkan perencanaan keuangan dan strategi karier yang matang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
3. Jangan Menganggap Tabungan sebagai Uang Bebas
Ini kesalahan yang cukup sering terjadi.
Setelah resign, seseorang melihat saldo rekening dan merasa masih memiliki banyak uang.
Padahal uang tersebut memiliki fungsi.
Sebagian besar adalah biaya hidup untuk periode ketika belum memiliki penghasilan.
Karena itu, setelah resign sebaiknya pisahkan:
Dana hidup
untuk kebutuhan sehari-hari.
Dana darurat
untuk kondisi yang benar-benar tidak terduga.
Dana peluang
jika memang ada kesempatan kerja, pendidikan, atau usaha yang layak dikejar.
Jangan menggunakan seluruh tabungan untuk satu keputusan hanya karena merasa harus segera melakukan sesuatu.
4. Pahami Konsekuensi Resign terhadap JKP
Ini penting tetapi sering terlewat.
Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan bukan program yang dapat diklaim karena seseorang mengundurkan diri secara sukarela.
BPJS Ketenagakerjaan secara resmi mencantumkan mengundurkan diri sebagai salah satu kondisi yang tidak memenuhi kriteria penerima manfaat JKP.
Artinya, jangan membuat perencanaan keuangan dengan asumsi:
“Kalau nanti belum dapat pekerjaan, saya bisa mengandalkan JKP.”
Jika seseorang memilih resign, asumsi tersebut tidak tepat.
JKP ditujukan untuk pekerja yang kehilangan pekerjaan karena PHK dan memenuhi persyaratan program.
5. Tetapi JHT Berbeda dengan JKP
JHT merupakan program yang berbeda.
BPJS Ketenagakerjaan menyebut peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri dan sedang tidak aktif bekerja di tempat lain dapat mengajukan manfaat JHT sesuai ketentuan yang berlaku.
Ini berarti Sobat Kepo perlu membedakan:
Resign → tidak mendapatkan JKP
tetapi
Resign → JHT dapat diklaim jika memenuhi persyaratan.
Namun, jangan langsung menganggap JHT sebagai uang tambahan untuk dibelanjakan.
Jika belum memiliki pekerjaan baru, dana tersebut sebaiknya dipandang sebagai bagian dari perlindungan finansial.
6. Tentukan Target: Cari Kerja, Freelance, atau Usaha?
Setelah mengetahui runway, tentukan arah.
Tidak harus memilih satu jalan untuk selamanya.
Pilihan pertama: mencari pekerjaan baru
Ini paling masuk akal jika:
- kebutuhan bulanan cukup besar;
- memiliki tanggungan;
- tabungan terbatas;
- pengalaman kerja masih relevan;
- membutuhkan pendapatan tetap.
Pilihan kedua: freelance
Bisa menjadi pilihan jika memiliki skill yang dapat dijual.
Contohnya:
- desain;
- menulis;
- administrasi;
- penerjemahan;
- digital marketing;
- programming;
- fotografi;
- konsultasi.
Keuntungannya adalah dapat menghasilkan uang sambil tetap mencari pekerjaan tetap.
Pilihan ketiga: membangun usaha
Bisa dipertimbangkan jika:
- memiliki modal yang dapat ditanggung;
- memahami produk;
- mengetahui target pelanggan;
- memiliki kemampuan menjual;
- sudah menemukan kebutuhan pasar.
Tetapi jangan menganggap modal otomatis menghasilkan pelanggan.
Modal membeli kesempatan untuk mencoba. Pelangganlah yang menentukan apakah usaha tersebut layak diteruskan.
7. Jangan Langsung Mengubah Karier Secara Total
Setelah resign, seseorang mungkin merasa harus segera menemukan “passion” baru.
Padahal, perubahan karier tidak harus dimulai dari nol.
Mulailah dari kemampuan yang sudah dimiliki.
Misalnya:
Admin → operations
Sales → business development
Customer service → customer success
Marketing → digital marketing
Finance → accounting atau financial operations
Desain → content design
Skill yang sudah dimiliki dapat menjadi jembatan menuju bidang baru.
Dengan cara ini, perpindahan karier menjadi lebih realistis.
Penulis Redaksi Loekepo
Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.
