Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Kerja & Karir » Setelah PHK, Harus Mulai dari Mana? Ini Langkah 30 Hari

Setelah PHK, Harus Mulai dari Mana? Ini Langkah 30 Hari

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Loekepo.com — Kehilangan pekerjaan karena pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa membuat seseorang merasa kehilangan arah. Penghasilan berhenti, rutinitas berubah, sementara kebutuhan hidup tetap berjalan.

Dalam kondisi seperti ini, kesalahan yang sering terjadi adalah langsung panik dan mengirim lamaran ke sebanyak mungkin perusahaan tanpa terlebih dahulu menghitung berapa lama uang yang tersedia bisa bertahan.

Padahal, 30 hari pertama setelah PHK justru merupakan periode penting untuk menata kondisi keuangan, memastikan hak terpenuhi, memperbaiki strategi pencarian kerja, dan mulai membangun sumber penghasilan berikutnya.

Bagi Sobat Kepo yang baru terkena PHK, tidak harus menyelesaikan semuanya dalam satu hari.

Yang penting adalah mengetahui apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Hari 1–3: Jangan Langsung Mengambil Keputusan Besar

Hari-hari pertama setelah PHK biasanya menjadi periode paling emosional.

Ada rasa kecewa, marah, takut, malu, atau bingung mengenai masa depan. Semua itu wajar.

Namun, sebisa mungkin jangan langsung mengambil keputusan besar seperti menghabiskan pesangon untuk membuka usaha, membeli barang mahal, mengambil pinjaman baru, atau memutuskan pindah bidang tanpa perhitungan.

Prioritas pertama adalah mengamankan posisi keuangan dan administrasi.

1. Simpan seluruh dokumen PHK

Pastikan Sobat Kepo memiliki salinan dokumen yang berkaitan dengan berakhirnya hubungan kerja, termasuk surat PHK, perjanjian kerja, slip gaji, dan dokumen lain yang berkaitan dengan hak pekerja.

Dokumen tersebut dapat diperlukan ketika mengurus hak ketenagakerjaan atau manfaat jaminan sosial.

2. Catat seluruh uang yang tersedia

Hitung secara nyata:

  • saldo rekening;
  • uang tunai;
  • tabungan;
  • pesangon atau hak lain yang diterima;
  • saldo JHT;
  • penghasilan sampingan;
  • piutang yang kemungkinan dapat diterima.

Jangan menggunakan perkiraan.

Tuliskan angka sebenarnya.

Dari angka tersebut, Sobat Kepo akan mengetahui berapa lama kondisi keuangan dapat bertahan.

Hari 4–7: Hitung “Runway” Keuangan

Setelah mengetahui jumlah uang yang tersedia, hitung berapa bulan kebutuhan hidup yang dapat ditanggung.

Rumus sederhananya:

Runway = uang yang tersedia ÷ kebutuhan hidup bulanan

Contoh:

Jika uang yang tersedia Rp18 juta dan kebutuhan minimum setiap bulan Rp4,5 juta:

Rp18 juta ÷ Rp4,5 juta = 4 bulan

Artinya, tanpa pemasukan baru, secara matematis uang tersebut hanya mampu menopang kebutuhan selama sekitar empat bulan.

Angka ini penting karena menentukan strategi berikutnya.

Bedakan kebutuhan dan keinginan

Untuk sementara, bagi pengeluaran menjadi tiga kelompok:

Wajib

  • makanan;
  • tempat tinggal;
  • listrik;
  • air;
  • transportasi;
  • pendidikan;
  • cicilan yang harus dibayar.

Penting tetapi dapat dikurangi

  • internet;
  • langganan digital;
  • makan di luar;
  • transportasi nonesensial.

Dapat dihentikan sementara

  • belanja impulsif;
  • hiburan mahal;
  • pembelian barang yang tidak diperlukan;
  • langganan yang jarang digunakan.

Tujuannya bukan hidup tanpa pengeluaran.

Tujuannya adalah memperpanjang runway sampai mendapatkan pemasukan berikutnya.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less