Kepo
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Kerja & Karir » Setelah PHK, Harus Mulai dari Mana? Ini Langkah 30 Hari

Setelah PHK, Harus Mulai dari Mana? Ini Langkah 30 Hari

  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari 21–23: Mulai Cari Penghasilan Sementara

Jika runway keuangan pendek, jangan menunggu pekerjaan ideal datang sebelum mulai menghasilkan uang.

Penghasilan sementara bukan berarti gagal.

Tujuannya adalah membeli waktu.

Pilihan tergantung pada kemampuan masing-masing, misalnya:

  • freelance;
  • jasa desain;
  • jasa administrasi;
  • mengajar;
  • menjadi reseller;
  • pekerjaan harian;
  • jasa fotografi;
  • jasa digital;
  • delivery;
  • pekerjaan paruh waktu;
  • menjual produk yang sudah dikuasai.

Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai pekerjaan sementara justru menghabiskan seluruh waktu sehingga pencarian pekerjaan utama berhenti.

Gunakan prinsip:

pemasukan sementara untuk bertahan, pencarian kerja untuk masa depan.

Hari 24–26: Mulai Evaluasi Skill

PHK dapat menjadi momentum untuk melihat kembali kemampuan yang dimiliki.

Buat tiga kolom:

Skill yang sudah dimilikiSkill yang dibutuhkan pasarSkill yang perlu dipelajari
AdministrasiData analysisExcel lanjutan
SalesDigital salesCRM
DesainContent designAI tools
AkuntansiFinancial reportingSoftware akuntansi

Jangan mencoba mempelajari semuanya.

Pilih satu atau dua skill yang paling dekat dengan pengalaman dan memiliki peluang kerja nyata.

Tujuannya bukan menjadi ahli dalam satu bulan.

Tujuannya meningkatkan daya saing.

Hari 27–28: Evaluasi Pencarian Kerja

Setelah hampir satu bulan, jangan hanya menghitung:

“Sudah berapa CV yang saya kirim?”

Hitung juga:

  • berapa CV yang dibaca;
  • berapa panggilan interview;
  • berapa kali lolos tahap awal;
  • posisi apa yang paling banyak memberikan respons;
  • skill apa yang paling sering diminta;
  • berapa lamaran yang benar-benar sesuai.

Misalnya:

50 lamaran → 0 interview

Jangan langsung menyimpulkan:

“Tidak ada pekerjaan.”

Evaluasi dulu:

  • apakah CV sesuai posisi?
  • apakah pengalaman ditulis dengan jelas?
  • apakah posisi terlalu tinggi?
  • apakah lokasi terlalu terbatas?
  • apakah skill yang dicari perusahaan tidak dimiliki?

Data tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki strategi bulan kedua.

Hari 29–30: Tentukan Strategi 60 Hari Berikutnya

Setelah 30 hari, pilih salah satu dari tiga kondisi.

Kondisi A: Sudah banyak interview

Berarti strategi pencarian kerja mulai bekerja.

Fokus pada:

interview → negosiasi → mendapatkan pekerjaan.

Kondisi B: Lamaran banyak tetapi interview sedikit

Masalah kemungkinan berada pada:

  • CV;
  • pemilihan posisi;
  • skill;
  • pengalaman;
  • cara melamar.

Strategi perlu diperbaiki.

Kondisi C: Hampir tidak ada pemasukan dan runway semakin pendek

Jangan menunggu sampai tabungan habis.

Perluas strategi dengan:

  • pekerjaan sementara;
  • freelance;
  • pekerjaan kontrak;
  • usaha kecil;
  • pekerjaan yang sebelumnya tidak menjadi target utama.

Tujuan utamanya adalah menjaga arus kas.

Bagaimana Jika Justru Ingin Memulai Usaha?

Tidak semua orang yang terkena PHK harus kembali menjadi karyawan.

Tetapi memulai usaha setelah PHK juga tidak berarti harus langsung menginvestasikan seluruh pesangon.

Justru sebaliknya.

Jika ingin mencoba usaha, gunakan prinsip:

Mulai kecil → uji pasar → dapat pelanggan → evaluasi → baru tambah modal.

Jangan:

Dapat pesangon → sewa tempat → beli peralatan → stok besar → berharap pelanggan datang.

Usaha sebaiknya dimulai dari validasi kebutuhan pasar.

Misalnya memiliki modal Rp10 juta.

Tidak harus langsung digunakan seluruhnya.

Sebagian dapat digunakan untuk menguji produk atau layanan dengan skala kecil terlebih dahulu.

Jika ternyata ada pelanggan dan pembelian berulang, barulah modal dapat ditambah secara bertahap.

Pembahasan ini nantinya akan kita lanjutkan dalam cluster Usaha dan Wirausaha Loekepo.

Yang Jangan Dilakukan Setelah PHK

Ada beberapa keputusan yang sebaiknya dihindari ketika kondisi emosional dan keuangan belum stabil.

Jangan menghabiskan pesangon untuk gaya hidup

Pesangon bukan bonus.

Bagi orang yang belum memiliki pekerjaan baru, pesangon adalah bagian dari runway keuangan.

Jangan langsung mengambil utang baru

Pinjaman mungkin terlihat seperti solusi ketika pemasukan berhenti.

Namun, cicilan tetap harus dibayar ketika pemasukan belum kembali.

Jangan membuka usaha hanya karena sedang terdesak

Usaha membutuhkan pelanggan, bukan hanya modal.

Jangan mengisolasi diri

Informasi pekerjaan sering datang dari jaringan.

Beritahu orang yang dipercaya bahwa Sobat Kepo sedang mencari peluang.

Jangan menganggap PHK sebagai akhir karier

PHK adalah perubahan kondisi pekerjaan.

Bukan otomatis penentu nilai seseorang atau akhir dari kemampuan profesional yang sudah dibangun.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less