Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Usaha & Wirausaha » 101 Intisari Seni Perang Sun Tzu untuk Pemula Usaha: Strategi, Persaingan, dan Cara Bertahan

101 Intisari Seni Perang Sun Tzu untuk Pemula Usaha: Strategi, Persaingan, dan Cara Bertahan

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Memahami Strategi Kuno untuk Menghadapi Persaingan Bisnis Modern

Memulai usaha sering kali dianggap membutuhkan keberanian. Padahal, keberanian saja tidak cukup.

Seseorang bisa memiliki modal, produk, tempat usaha, bahkan semangat yang besar, tetapi tetap mengalami kegagalan apabila tidak memahami pasar, salah menghitung biaya, memilih waktu yang kurang tepat, atau memaksakan strategi yang tidak sesuai keadaan.

Pemikiran tersebut membuat karya Sun Tzu, The Art of War, tetap menarik untuk dipelajari hingga sekarang.

Buku yang berasal dari tradisi pemikiran militer Tiongkok kuno ini bukan buku bisnis. Sun Tzu menulis tentang peperangan, strategi, kepemimpinan, medan, logistik, informasi, dan cara mencapai kemenangan.

Karena itu, artikel ini tidak mengubah ajaran Sun Tzu menjadi seolah-olah nasihat bisnis asli.

Sebaliknya, kita akan melakukan tiga langkah:

memahami intisari Sun Tzu → memahami maksudnya dalam konteks perang → kemudian melihat bagaimana prinsip tersebut dapat dipelajari oleh pemula usaha.

Ini adalah interpretasi bisnis modern, bukan klaim bahwa Sun Tzu pernah mengajarkan cara membuka usaha.


Perencanaan: Jangan Bergerak Sebelum Memahami Medan

Bab pertama The Art of War dikenal sebagai Laying Plans atau perencanaan. Sun Tzu membuka pembahasannya dengan gagasan bahwa perang merupakan persoalan penting yang membutuhkan perhitungan serius.

Ia kemudian membahas sejumlah faktor yang harus diperhatikan sebelum mengambil keputusan.

Bagi pemula usaha, bagian ini sangat relevan karena banyak kesalahan bisnis justru terjadi sebelum usaha benar-benar dimulai.


1. Perang adalah persoalan yang sangat penting

Intisari Sun Tzu

Sun Tzu memandang perang sebagai persoalan besar yang berkaitan dengan keselamatan dan keberlangsungan negara.

Makna dalam The Art of War

Keputusan besar tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Sebelum perang dimulai, seorang pemimpin harus memahami konsekuensinya.

Penerapan dalam usaha

Membuka usaha juga merupakan keputusan yang membutuhkan perhitungan.

Modal, waktu, tenaga, reputasi, dan kesempatan dapat ikut dipertaruhkan.

Karena itu, jangan memulai bisnis hanya karena sedang melihat orang lain berhasil.

Pelajaran untuk pemula:

Sebelum bertanya “berapa keuntungan yang bisa saya dapat?”, tanyakan terlebih dahulu “berapa risiko yang sanggup saya tanggung?”


2. Jangan Mengabaikan Perhitungan

Intisari Sun Tzu

Sun Tzu menempatkan perhitungan sebagai bagian awal dari strategi.

Makna dalam The Art of War

Sebelum mengambil tindakan, pemimpin harus memperkirakan kondisi yang akan dihadapi.

Penerapan dalam usaha

Pemula perlu menghitung:

  • modal awal;
  • biaya operasional;
  • harga bahan;
  • harga jual;
  • margin;
  • biaya pemasaran;
  • biaya tenaga kerja;
  • dan kemungkinan penjualan rendah.

Jangan hanya membuat perhitungan ketika bisnis sudah berjalan.

Perhitungan harus dilakukan sebelum uang dikeluarkan.


3. Perhatikan Faktor-Faktor yang Menentukan Keberhasilan

Intisari Sun Tzu

Dalam bab pertama, Sun Tzu membahas lima faktor utama:

Dao, Tian, Di, Jiang, dan Fa.

Secara sederhana, faktor tersebut berkaitan dengan kesatuan tujuan, kondisi waktu, medan, kepemimpinan, serta organisasi dan disiplin.

Makna dalam The Art of War

Kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pasukan.

Banyak faktor harus dipertimbangkan secara bersamaan.

Penerapan dalam usaha

Bisnis juga tidak hanya ditentukan oleh produk.

Produk bagus dapat gagal karena:

  • lokasi buruk;
  • harga tidak sesuai;
  • target pasar salah;
  • pelayanan buruk;
  • waktu peluncuran tidak tepat;
  • atau pengelolaan keuangan kacau.

Jangan melihat bisnis hanya dari produknya.


4. Kesatuan Tujuan Sangat Penting

Intisari Sun Tzu

Dao merupakan salah satu faktor yang dibahas Sun Tzu dalam perencanaan.

Ia berkaitan dengan kesatuan antara pemimpin dan rakyat sehingga mereka dapat bergerak bersama.

Makna

Pasukan yang tidak memiliki kesatuan tujuan akan sulit diarahkan.

Penerapan dalam usaha

Hal yang sama dapat terjadi dalam bisnis.

Jika pemilik ingin mengejar kualitas, sementara karyawan hanya mengejar kecepatan, konflik operasional dapat muncul.

Tim harus mengetahui:

Apa yang sedang kita bangun?

Siapa pelanggan kita?

Apa standar yang harus dipertahankan?


5. Perhatikan Waktu

Intisari Sun Tzu

Tian berkaitan dengan kondisi waktu dan keadaan alam.

Makna

Strategi tidak dapat dipisahkan dari waktu.

Tindakan yang tepat pada satu keadaan belum tentu tepat pada keadaan lain.

Penerapan dalam usaha

Produk tertentu bisa sangat laku pada musim tertentu.

Misalnya:

  • makanan berbuka saat Ramadan;
  • perlengkapan sekolah menjelang tahun ajaran;
  • jas hujan ketika musim hujan;
  • hampers menjelang hari raya.

Pemula harus belajar membaca timing.

Bukan hanya:

“Apa yang mau saya jual?”

Tetapi juga:

“Kapan orang membutuhkannya?”


6. Kenali Medan

Intisari Sun Tzu

Di berkaitan dengan medan, jarak, kesulitan, bahaya, dan kondisi geografis.

Makna

Tempat dapat mengubah hasil sebuah pertempuran.

Penerapan dalam usaha

Lokasi juga dapat menentukan keberhasilan bisnis.

Sebelum menyewa tempat, perhatikan:

  • jumlah orang yang lewat;
  • akses kendaraan;
  • parkir;
  • pesaing;
  • daya beli;
  • jam ramai;
  • dan karakter lingkungan.

Warung yang sukses di satu lokasi belum tentu sukses jika dipindahkan beberapa kilometer.


7. Kepemimpinan Menentukan Arah

Intisari Sun Tzu

Jiang merupakan salah satu dari lima faktor yang harus diperhitungkan.

Makna

Pemimpin memiliki peran besar dalam menentukan bagaimana pasukan bergerak.

Penerapan dalam usaha

Pemilik usaha tidak cukup hanya menyediakan modal.

Ia harus mampu:

  • mengambil keputusan;
  • mengatasi masalah;
  • mengatur tim;
  • menjaga kualitas;
  • dan bertanggung jawab ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana.

Bisnis kecil tetap membutuhkan kepemimpinan.


8. Disiplin Membuat Kekuatan Bisa Digunakan

Intisari Sun Tzu

Fa berkaitan dengan organisasi, aturan, dan pengelolaan.

Makna

Pasukan besar tanpa organisasi dapat menjadi tidak efektif.

Penerapan dalam usaha

Bisnis kecil juga membutuhkan sistem.

Minimal memiliki:

  • pencatatan penjualan;
  • pencatatan pengeluaran;
  • kontrol stok;
  • jadwal kerja;
  • standar pelayanan;
  • dan pembagian tugas.

Sistem sederhana lebih baik daripada bisnis besar yang tidak teratur.


9. Bandingkan Kondisi Sebelum Bertindak

Intisari Sun Tzu

Sun Tzu membahas perbandingan faktor-faktor yang menentukan peluang kemenangan.

Makna

Kondisi harus dibandingkan secara objektif.

Penerapan dalam usaha

Sebelum membuka usaha, bandingkan:

modal Anda vs kebutuhan modal

produk Anda vs produk pesaing

harga Anda vs harga pasar

kapasitas Anda vs permintaan

lokasi Anda vs lokasi pesaing

Jangan hanya melihat satu keunggulan.


10. Hitung Keuntungan dan Kerugian

Intisari Sun Tzu

Perencanaan bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga memahami konsekuensi.

Makna

Setiap keputusan memiliki sisi positif dan negatif.

Penerapan dalam usaha

Misalnya Anda ingin membuka cabang.

Keuntungannya mungkin:

  • omzet bertambah;
  • pelanggan bertambah;
  • merek semakin dikenal.

Tetapi risikonya:

  • biaya sewa;
  • karyawan;
  • stok;
  • modal kerja;
  • dan kemungkinan cabang tidak mencapai target.

Jangan menghitung potensi omzet tanpa menghitung potensi kerugian.


11. Persiapan Menentukan Peluang

Intisari Sun Tzu

Perhitungan dilakukan sebelum perang.

Makna

Keberhasilan tidak hanya bergantung pada keberanian ketika pertempuran sudah berlangsung.

Penerapan dalam usaha

Sebelum membuka usaha, lakukan simulasi.

Misalnya:

Skenario optimistis: 50 transaksi per hari.

Skenario normal: 30 transaksi per hari.

Skenario buruk: 15 transaksi per hari.

Kemudian lihat apakah bisnis masih mampu membayar biaya operasional pada skenario buruk.


12. Jangan Mengandalkan Kekuatan Semata

Intisari Sun Tzu

The Art of War bukan sekadar pembahasan tentang siapa yang memiliki pasukan paling banyak.

Makna

Strategi, posisi, waktu, informasi, dan organisasi dapat memengaruhi hasil.

Penerapan dalam usaha

Modal Rp100 juta tidak otomatis mengalahkan usaha bermodal Rp20 juta.

Bisnis kecil mungkin memiliki:

  • pelayanan lebih cepat;
  • hubungan lebih dekat dengan pelanggan;
  • fleksibilitas lebih tinggi;
  • biaya lebih rendah.

Keterbatasan dapat menjadi alasan untuk menjadi lebih efisien.


13. Gunakan Keadaan sebagai Bagian dari Strategi

Intisari Sun Tzu

Lima faktor Sun Tzu menunjukkan bahwa strategi harus memperhatikan keadaan secara menyeluruh.

Makna

Tidak ada keputusan yang berdiri sendiri.

Penerapan dalam usaha

Strategi sebuah:

  • warung lingkungan;
  • restoran;
  • toko online;
  • perusahaan jasa;
  • atau bisnis B2B

tidak bisa dibuat dengan pola yang sama.

Strategi harus mengikuti medan.


14. Jangan Membuat Keputusan Berdasarkan Keinginan Saja

Intisari Sun Tzu

Perencanaan membutuhkan pengamatan dan perhitungan.

Makna

Keinginan pemimpin tidak otomatis menciptakan kemenangan.

Penerapan dalam usaha

Pemilik mungkin ingin menjual produk premium.

Tetapi pertanyaannya:

Apakah pelanggan di lokasi tersebut bersedia membayar harga premium?

Kalau tidak, masalahnya bukan pelanggan.

Bisa jadi positioning bisnisnya yang salah.


15. Informasi Adalah Dasar Pengambilan Keputusan

Intisari Sun Tzu

Strategi memerlukan pengetahuan tentang kondisi yang dihadapi.

Makna

Keputusan tanpa informasi berubah menjadi tebakan.

Penerapan dalam usaha

Sebelum membuat produk baru:

  • tanyakan kepada pelanggan;
  • lihat produk pesaing;
  • uji harga;
  • lakukan penjualan kecil;
  • lihat respons pasar.

Jangan memproduksi seribu unit hanya karena menurut Anda produk itu bagus.


16. Jangan Menganggap Rencana sebagai Kepastian

Intisari Sun Tzu

Perhitungan dilakukan sebelum perang, tetapi perang tetap berlangsung dalam kondisi yang berubah.

Makna

Rencana bukan realitas.

Penerapan dalam usaha

Business plan dapat mengatakan penjualan 100 unit per bulan.

Tetapi pasar mungkin hanya membeli 40 unit.

Karena itu, rencana harus dievaluasi berdasarkan kenyataan.


17. Bersiap untuk Beradaptasi

Intisari Sun Tzu

Pemikiran strategis Sun Tzu tidak berdiri pada satu formula yang kaku.

Makna

Kondisi menentukan tindakan.

Penerapan dalam usaha

Jika iklan Facebook tidak efektif, evaluasi.

Jika marketplace lebih menghasilkan, fokuskan sumber daya di sana.

Jika pelanggan menginginkan ukuran berbeda, uji ukuran baru.

Jangan mempertahankan cara hanya karena sudah terbiasa.


18. Kenali Kekuatan Sendiri

Intisari Sun Tzu

Pengetahuan tentang diri sendiri merupakan salah satu fondasi pemikiran Sun Tzu.

Makna

Pemimpin harus memahami kemampuan pasukannya.

Penerapan dalam usaha

Kenali:

  • modal;
  • keterampilan;
  • kapasitas produksi;
  • jaringan;
  • waktu;
  • dan tenaga.

Jika hanya mampu memproduksi 100 produk sehari, jangan menjanjikan 500.


19. Kenali Kelemahan Sendiri

Intisari Sun Tzu

Mengetahui diri sendiri berarti mengetahui bukan hanya keunggulan, tetapi juga keterbatasan.

Makna

Kelemahan yang tidak diketahui dapat menjadi sumber kegagalan.

Penerapan dalam usaha

Jika Anda lemah dalam pemasaran digital, akui.

Jika lemah dalam pencatatan keuangan, pelajari atau gunakan bantuan.

Mengakui kelemahan bukan berarti kalah.

Justru itu awal memperbaikinya.


20. Jangan Meremehkan Pesaing

Intisari Sun Tzu

Strategi membutuhkan penilaian terhadap pihak yang dihadapi.

Makna

Meremehkan lawan dapat membuat seseorang salah menghitung.

Penerapan dalam usaha

Jangan melihat toko pesaing hanya dari tampilan luarnya.

Mungkin mereka memiliki:

  • pelanggan loyal;
  • supplier murah;
  • sistem distribusi kuat;
  • reputasi bertahun-tahun;
  • atau basis pelanggan online.

Pelajari sebelum mengambil keputusan.


21. Jangan Melebih-lebihkan Kemampuan Sendiri

Intisari Sun Tzu

Penilaian diri harus realistis.

Makna

Strategi yang dibangun di atas kekuatan yang sebenarnya tidak ada akan rapuh.

Penerapan dalam usaha

Jangan berkata:

“Kalau saya buka, pasti ramai.”

Ubah menjadi:

“Apa bukti bahwa pelanggan akan datang?”

Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi dapat menyelamatkan modal.


22. Peluang Harus Dihitung

Intisari Sun Tzu

Perhitungan digunakan untuk mengetahui peluang sebelum bertindak.

Makna

Peluang bukan sekadar perasaan optimistis.

Penerapan dalam usaha

Jika ada lokasi murah, jangan langsung menyewa.

Tanyakan:

  • Mengapa murah?
  • Apakah lalu lintas pelanggan rendah?
  • Apakah ada masalah akses?
  • Apakah lingkungan tidak mendukung?
  • Apakah bisnis sebelumnya gagal?

Harga murah bukan selalu peluang.


23. Risiko Harus Dihitung Bersama Peluang

Intisari Sun Tzu

Keuntungan dan kerugian harus dipertimbangkan bersama.

Makna

Strategi yang terlihat menguntungkan dapat memiliki konsekuensi besar.

Penerapan dalam usaha

Pinjaman dapat mempercepat ekspansi.

Tetapi pinjaman juga menciptakan kewajiban.

Jadi pertanyaan yang benar bukan:

“Bisa dapat modal berapa?”

Tetapi:

“Apakah bisnis mampu membayar kewajiban ketika penjualan turun?”


24. Jangan Terjebak oleh Satu Strategi

Intisari Sun Tzu

Pemikiran strategis Sun Tzu menuntut kemampuan menyesuaikan tindakan dengan kondisi.

Makna

Cara yang berhasil sekali tidak otomatis selalu berhasil.

Penerapan dalam usaha

Sebuah promo mungkin berhasil bulan ini.

Tetapi bulan depan:

  • pelanggan berubah;
  • pesaing berubah;
  • harga bahan berubah;
  • daya beli berubah.

Evaluasi terus.


25. Persiapan Adalah Bagian dari Kemenangan

Intisari Sun Tzu

Bab pertama The Art of War pada dasarnya mengajarkan bahwa banyak hal harus diperhitungkan sebelum perang dimulai.

Makna

Kemenangan bukan hanya persoalan keberanian di medan perang.

Kemenangan sebagian dipersiapkan melalui:

pengetahuan, perhitungan, organisasi, kepemimpinan, dan pemahaman terhadap keadaan.

Penerapan dalam usaha

Bagi pemula, prinsip ini mungkin menjadi salah satu pelajaran terpenting:

Jangan memulai usaha hanya karena ingin punya usaha. Mulailah setelah memahami siapa yang akan membeli, apa yang mereka butuhkan, berapa biaya yang diperlukan, siapa pesaingnya, dan seberapa lama Anda mampu bertahan.


Penutup Halaman 1

25 intisari pertama membawa kita pada satu gagasan besar:

Jangan terburu-buru bertindak sebelum memahami medan.

Dalam usaha, banyak orang memulai dari produk.

Sun Tzu mengajarkan cara berpikir yang berbeda: mulailah dari perhitungan.

Siapa yang dihadapi?

Apa kondisi yang ada?

Apa kekuatan sendiri?

Apa kelemahan sendiri?

Apa sumber daya yang tersedia?

Apa risikonya?

Dan yang paling penting:

Apakah tujuan yang ingin dicapai benar-benar layak diperjuangkan dengan sumber daya yang dimiliki?

Itulah fondasi sebelum masuk ke strategi berikutnya.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less