Setelah PHK, Lebih Baik Cari Kerja atau Mulai Usaha?
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Setelah PHK, keputusan mencari kerja atau memulai usaha perlu mempertimbangkan kondisi keuangan, skill, risiko, dan peluang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Loekepo.com — Setelah terkena PHK, seseorang biasanya menghadapi dua pilihan besar: kembali mencari pekerjaan atau mencoba membangun usaha sendiri.
Keduanya sama-sama mungkin dilakukan. Namun, tidak semua orang berada dalam kondisi yang tepat untuk langsung membuka usaha, dan tidak semua orang harus memaksakan diri kembali menjadi karyawan.
Keputusan tersebut sebaiknya tidak dibuat hanya karena sedang kecewa dengan pekerjaan sebelumnya.
Yang lebih penting adalah melihat kondisi keuangan, kemampuan, pengalaman, tanggungan, kebutuhan penghasilan, serta kemampuan menghadapi risiko.
Bagi Sobat Kepo yang sedang berada di persimpangan tersebut, berikut cara membandingkannya secara lebih realistis.
Jangan Menganggap PHK Otomatis Berarti Harus Jadi Pengusaha
Setelah kehilangan pekerjaan, ada anggapan bahwa PHK bisa menjadi momentum untuk langsung membuka bisnis.
Memang bisa.
Tetapi membuka usaha membutuhkan lebih dari sekadar keinginan.
Ada kebutuhan untuk:
- menentukan produk atau jasa;
- mencari pelanggan;
- menyiapkan modal;
- mengelola arus kas;
- melakukan pemasaran;
- menghadapi persaingan;
- mengurus operasional;
- menerima kemungkinan rugi.
Karena itu, PHK bukan alasan yang cukup untuk memulai bisnis.
Usaha sebaiknya dimulai karena ada peluang yang dapat diuji dan kemampuan untuk menjalankannya, bukan hanya karena seseorang sedang tidak memiliki pekerjaan.
Kapan Lebih Baik Mencari Kerja Lagi?
Mencari pekerjaan kembali biasanya lebih masuk akal jika kondisi berikut terjadi.
1. Membutuhkan Penghasilan yang Lebih Stabil
Jika kebutuhan bulanan cukup besar dan tabungan terbatas, pekerjaan dengan penghasilan relatif stabil dapat menjadi prioritas.
Terutama jika Sobat Kepo memiliki:
- cicilan;
- biaya rumah tangga;
- biaya pendidikan;
- kebutuhan kesehatan;
- tanggungan keluarga.
Dalam kondisi seperti ini, menjaga cash flow menjadi sangat penting.
Jangan mengambil risiko bisnis besar hanya karena sedang terdesak.
2. Belum Memiliki Ide Usaha yang Teruji
Memiliki keinginan membuka usaha berbeda dengan memiliki model bisnis.
Pertanyaan yang harus dijawab antara lain:
- Siapa calon pembelinya?
- Apa masalah yang ingin diselesaikan?
- Berapa harga jual yang masuk akal?
- Berapa biaya produksinya?
- Siapa pesaingnya?
- Dari mana pelanggan pertama akan datang?
- Berapa modal yang dibutuhkan?
- Berapa lama bisnis diperkirakan mencapai titik impas?
Jika sebagian besar pertanyaan tersebut belum dapat dijawab, mencari kerja sambil melakukan riset usaha bisa lebih aman.
3. Pengalaman Lebih Kuat di Dunia Profesional
Ada orang yang memiliki pengalaman kerja belasan tahun tetapi belum pernah mengelola bisnis.
Itu bukan masalah.
Namun, kemampuan sebagai karyawan tidak otomatis sama dengan kemampuan sebagai pengusaha.
Seorang supervisor mungkin sangat baik mengelola tim, tetapi bisnis juga membutuhkan kemampuan menjual, menghitung biaya, mengelola cash flow, dan mendapatkan pelanggan.
Jika pengalaman tersebut belum dimiliki, jangan buru-buru menginvestasikan seluruh tabungan.
Penulis Redaksi Loekepo
Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.


