Kuliah Lagi atau Mulai Usaha? Pilihan Setelah Sulit Dapat Kerja
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kuliah lagi atau memulai usaha menjadi dua pilihan yang dapat dipertimbangkan setelah sulit mendapatkan pekerjaan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Skenario Usaha
Skenario terbaik
Produk diterima pasar → pelanggan bertambah → usaha berkembang.
Skenario tengah
Usaha berjalan kecil → menghasilkan pendapatan sampingan.
Skenario buruk
Produk tidak laku → modal hilang → harus kembali mencari pekerjaan.
Dengan melihat tiga skenario, keputusan menjadi lebih rasional.
Bagaimana Jika Tabungan Terbatas?
Jika kondisi keuangan terbatas, jangan mengambil keputusan dengan risiko besar.
Ini terutama berlaku untuk usaha.
Jangan menghabiskan seluruh tabungan keluarga untuk bisnis yang belum diuji.
Begitu pula jangan mengambil utang besar untuk kuliah jika manfaat ekonominya belum jelas.
Gunakan prinsip:
Jaga runway.
Artinya, pastikan masih ada uang untuk hidup sambil mencoba pilihan tersebut.
Fresh Graduate Bisa Menggunakan Strategi 3 Jalur
Bagi lulusan baru yang belum mendapat pekerjaan, strategi yang menarik adalah membagi waktu menjadi tiga jalur.
Jalur 1 — Cari Kerja
Tetap kirim lamaran.
Tetapi jangan hanya mengirim CV.
Perbaiki:
- CV;
- LinkedIn;
- portofolio;
- kemampuan wawancara;
- dan jaringan.
Jalur 2 — Bangun Skill
Ambil pelatihan yang relevan.
Pada 2026, Kemnaker juga membuka berbagai pelatihan vokasi yang memberikan pelatihan berbasis kompetensi serta sertifikasi, termasuk program yang diarahkan pada kesiapan kerja dan kewirausahaan.
Jalur 3 — Uji Penghasilan Mandiri
Coba:
- freelance;
- jual jasa;
- reseller;
- produk digital;
- atau usaha kecil.
Dengan strategi ini, seseorang tidak mempertaruhkan seluruh masa depannya pada satu pilihan.
Jangan Meremehkan Freelance
Freelance sering dianggap bukan pekerjaan serius.
Padahal untuk fresh graduate, freelance bisa memberikan sesuatu yang sangat berharga:
bukti bahwa Anda bisa menghasilkan nilai.
Misalnya:
“Saya pernah mengelola media sosial tiga UMKM.”
Lebih kuat daripada:
“Saya pernah mengikuti seminar digital marketing.”
Atau:
“Saya membuat website untuk dua klien.”
Lebih kuat daripada:
“Saya menguasai WordPress.”
Tentu semuanya harus benar-benar dilakukan.
Pengalaman Bisa Dibangun Tanpa Menunggu Perusahaan
Salah satu masalah fresh graduate adalah:
“Saya tidak punya pengalaman.”
Kalau begitu, buat pengalaman.
Bukan dengan memalsukan CV.
Tetapi dengan proyek nyata.
Misalnya:
Anak desain
Buat identitas visual untuk bisnis lokal.
Anak IT
Buat aplikasi sederhana.
Anak marketing
Kelola akun bisnis kecil.
Anak akuntansi
Bantu pembukuan UMKM.
Anak komunikasi
Buat kampanye digital.
Anak pertanian
Bangun proyek kecil berbasis agritech.
Pengalaman seperti ini bisa menjadi portofolio.
Kapan Sebaiknya Memilih Usaha?
Usaha lebih masuk akal jika Anda memiliki setidaknya beberapa hal berikut:
Ada masalah yang ingin diselesaikan.
Ada calon pelanggan.
Ada kemampuan yang bisa dijual.
Ada modal yang cukup aman untuk dipertaruhkan.
Ada waktu untuk menjalankannya.
Anda siap dengan pendapatan yang tidak stabil.
Jika semuanya belum ada, jangan langsung membuka bisnis besar.
Mulailah dari eksperimen kecil.
Kapan Sebaiknya Memilih Kuliah Lagi?
Kuliah lagi lebih masuk akal jika:
Gelar tambahan memang dibutuhkan.
Program studinya relevan dengan target pekerjaan.
Ada kemampuan baru yang benar-benar akan diperoleh.
Biaya pendidikan masih masuk akal.
Ada peluang beasiswa atau pendanaan.
Anda memiliki rencana karier setelah lulus.
Kalau sebagian besar jawabannya “tidak”, mungkin lebih baik membangun pengalaman dan skill terlebih dahulu.
Jangan Membandingkan Diri dengan Teman
Ini mungkin bagian yang paling sulit.
Teman sudah bekerja.
Teman sudah menikah.
Teman sudah punya bisnis.
Teman sudah kuliah S2.
Sementara Anda masih mencari arah.
Jangan mengambil keputusan pendidikan atau bisnis hanya karena merasa tertinggal.
Karier bukan lomba dengan garis start yang sama.
Yang penting adalah membuat keputusan yang sehat berdasarkan kondisi Anda sendiri.
Pilihan Terbaik Bisa Berubah
Anda tidak harus memutuskan:
“Saya selamanya menjadi pengusaha.”
atau:
“Saya selamanya menjadi karyawan.”
Keduanya bisa berubah.
Seseorang dapat:
kuliah → bekerja → membangun usaha → menjadi pengusaha.
Atau:
kuliah → usaha → bekerja → kembali kuliah.
Karier modern tidak selalu linear.
Yang penting setiap langkah memberikan:
skill + pengalaman + jaringan + nilai ekonomi.
Kesimpulan: Jangan Kuliah Lagi Hanya Karena Takut Menganggur
Ketika sulit mendapatkan pekerjaan, jangan langsung menyimpulkan bahwa Anda membutuhkan gelar baru.
Begitu juga jangan langsung menganggap usaha sebagai jalan keluar.
Keduanya harus dihitung.
Kuliah lagi masuk akal jika pendidikan tambahan memang membuka pintu yang sebelumnya tertutup.
Usaha masuk akal jika ada masalah nyata, calon pelanggan, kemampuan, dan model bisnis yang bisa diuji.
Sedangkan jika keduanya belum jelas, pilihan yang sering lebih aman adalah:
bangun skill + cari pengalaman + tetap mencari pekerjaan + uji penghasilan sampingan.
Kemnaker sendiri pada 2026 terus menyediakan jalur pelatihan vokasi dan pemagangan untuk meningkatkan kompetensi serta pengalaman kerja lulusan dan pencari kerja. Program pemagangan nasional juga dirancang memberikan pengalaman langsung di dunia kerja, mentor profesional, dan pengembangan kompetensi.
Jadi, setelah sulit mendapatkan kerja, jangan bertanya:
“Saya harus kuliah lagi atau buka usaha?”
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Pilihan mana yang paling meningkatkan nilai diri dan kemampuan menghasilkan pendapatan dalam tiga sampai lima tahun ke depan?”
Karena tujuan akhirnya bukan sekadar tidak menganggur.
Tujuannya adalah membangun kehidupan yang semakin mandiri secara finansial dan profesional.
Sumber
- BPS — Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia Februari 2026
- BPS — Pengangguran Terbuka Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
- BPS — Keadaan Pekerja di Indonesia Februari 2026
- Kementerian Ketenagakerjaan — Pelatihan Vokasi Nasional 2026
- Kementerian Ketenagakerjaan — Program Pemagangan Nasional 2026
Penulis Redaksi Loekepo
Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.
