Pertempuran Surabaya 10 November 1945: Kronologi, Penyebab, Tokoh, dan Dampaknya
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi bergaya dokumenter sejarah yang menggambarkan Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Perlawanan heroik rakyat Surabaya menjadi simbol perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan dikenang sebagai Hari Pahlawan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945 merupakan salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Perlawanan rakyat Surabaya terhadap pasukan Sekutu menjadi simbol keberanian dalam mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamasikan.
Pertempuran ini berlangsung setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Meskipun Republik Indonesia telah berdiri, Belanda melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA) berusaha kembali menguasai Indonesia dengan membonceng pasukan Sekutu.
Perlawanan rakyat Surabaya kemudian berkembang menjadi salah satu pertempuran terbesar dalam Revolusi Kemerdekaan Indonesia.
Latar Belakang Pertempuran Surabaya
Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada Agustus 1945, pasukan Sekutu mulai mendarat di berbagai wilayah Indonesia.
Secara resmi, tugas mereka adalah:
- Melucuti tentara Jepang.
- Membebaskan tawanan perang.
- Menjaga keamanan hingga pemerintahan sipil terbentuk.
Namun kenyataannya, kedatangan mereka juga disertai oleh NICA yang bertujuan mengembalikan pemerintahan kolonial Belanda.
Kondisi ini memicu penolakan keras dari rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Surabaya.
Kedatangan Pasukan Sekutu
Pada 25 Oktober 1945, Brigade ke-49 Divisi India di bawah komando Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby tiba di Surabaya.
Awalnya, pemerintah daerah berusaha menjalin komunikasi agar tidak terjadi bentrokan.
Namun situasi dengan cepat berubah ketika pasukan Sekutu mulai mengambil alih beberapa objek penting dan membebaskan tahanan Belanda.
Hal tersebut memicu kemarahan rakyat Surabaya.
Insiden Hotel Yamato
Sebelum pertempuran besar pecah, terjadi peristiwa yang sangat terkenal di Surabaya.
Sekelompok warga Belanda mengibarkan bendera merah-putih-biru di Hotel Yamato.
Tindakan tersebut dianggap sebagai simbol kembalinya kekuasaan kolonial Belanda.
Rakyat Surabaya kemudian memanjat atap hotel dan merobek bagian warna biru sehingga hanya tersisa Merah Putih.
Peristiwa ini menjadi simbol keberanian rakyat Indonesia mempertahankan kemerdekaan.
Ketegangan Semakin Memuncak
Setelah berbagai bentrokan kecil terjadi, hubungan antara pasukan Sekutu dan pejuang Indonesia semakin memburuk.
Pada 30 Oktober 1945, Brigadir Jenderal Mallaby tewas dalam sebuah insiden di dekat Jembatan Merah.
Hingga kini, penyebab pasti kematiannya masih menjadi bahan kajian para sejarawan.
Namun kematian Mallaby menjadi titik balik yang menyebabkan Sekutu mengambil tindakan militer besar-besaran terhadap Surabaya.
Fakta Menarik
- Pertempuran Surabaya berlangsung sejak akhir Oktober hingga November 1945.
- 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.
- Pertempuran ini menjadi salah satu perlawanan terbesar dalam Revolusi Kemerdekaan Indonesia.
- Insiden Hotel Yamato terjadi sebelum pecahnya pertempuran besar.
- Sejarah Nasional Indonesia – Nugroho Notosusanto.
- Indonesia dalam Arus Sejarah – Kemendikbud RI.
- Ricklefs, A History of Modern Indonesia Since c.1200.
- George McTurnan Kahin, Nationalism and Revolution in Indonesia.
- Penulis: Redaksi Loekepo





