Selasa, 27 Oktober 2026
Karena Rasa Ingin Tahu Membawa Kamu Lebih Jauh Selasa, 27 Oktober 2026

Beranda/Kerja & Karir

Waspada Lowongan Kerja Palsu 2026, Kenali Modus Penipuan

Lowongan kerja palsu semakin marak di era digital. Kenali ciri-ciri, modus penipuan rekrutmen, dan cara aman mencari pekerjaan agar tidak menjadi korban.

Waspada Lowongan Kerja Palsu 2026, Kenali Modus Penipuan

2. Menawarkan Gaji yang Tidak Masuk Akal

Pelaku sering menggunakan iming-iming penghasilan besar untuk menarik korban.

Contoh tanda mencurigakan:

  • Gaji sangat tinggi untuk posisi tanpa pengalaman.
  • Pekerjaan mudah dengan penghasilan besar.
  • Janji langsung diterima tanpa seleksi.

Sebelum percaya, bandingkan dengan standar gaji posisi tersebut di industri yang sama.

3. Menggunakan Email yang Tidak Resmi

Perusahaan profesional biasanya menggunakan alamat email dengan domain resmi perusahaan.

Waspadai jika:

IKLAN
  • Menggunakan email pribadi seperti Gmail atau Yahoo.
  • Nama email menyerupai perusahaan tetapi berbeda.
  • Ada banyak kesalahan penulisan pada alamat email.

Contoh:

Email resmi biasanya menggunakan domain perusahaan, bukan akun pribadi yang dibuat secara bebas.

4. Tidak Ada Proses Seleksi atau Interview

Proses rekrutmen yang langsung menawarkan pekerjaan tanpa wawancara perlu dicurigai.

Perusahaan biasanya melakukan beberapa tahap seperti:

  • Seleksi CV.
  • Interview HR.
  • Interview user.
  • Tes kemampuan.
  • Penawaran kerja.

Jika seseorang langsung mengatakan “Anda diterima” tanpa proses apa pun, jangan terburu-buru percaya.

5. Meminta Data Pribadi yang Tidak Wajar

Dalam proses lamaran, perusahaan memang membutuhkan beberapa informasi kandidat.

Namun, pencari kerja harus berhati-hati jika diminta memberikan:

  • Password akun.
  • Kode OTP.
  • PIN rekening.
  • Informasi kartu perbankan.
  • Data pribadi yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.

Data tersebut dapat disalahgunakan untuk tindakan penipuan.

6. Menghubungi Menggunakan Nomor Pribadi Tanpa Identitas Jelas

Beberapa penipu menggunakan WhatsApp atau nomor pribadi dengan mengaku sebagai HR perusahaan.

Perhatikan:

  • Apakah identitas HR jelas?
  • Apakah informasi tersebut sesuai dengan website perusahaan?
  • Apakah nomor tersebut tercantum dalam informasi resmi?

Jika ragu, lakukan verifikasi langsung melalui kontak resmi perusahaan.

Baca Juga