7 Kesalahan Menyimpan Makanan di Kulkas yang Bisa Memengaruhi Kesegaran
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menata makanan di kulkas sesuai jenis dan menggunakan wadah tertutup dapat membantu menjaga kesegaran serta mengurangi risiko kontaminasi silang.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Loekepo.com – Kulkas menjadi salah satu peralatan rumah tangga yang membantu menjaga kesegaran makanan lebih lama. Namun, menyimpan makanan di dalam kulkas bukan berarti semua bahan pangan akan tetap awet jika penataannya tidak tepat.
Cara penyimpanan yang kurang benar dapat mempercepat penurunan kualitas makanan, meningkatkan risiko kontaminasi silang, hingga menyebabkan makanan lebih cepat rusak. Oleh karena itu, memahami cara menyimpan makanan dengan benar menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas sekaligus mengurangi pemborosan makanan (food waste).
Lalu, kesalahan apa saja yang masih sering dilakukan saat menyimpan makanan di kulkas? Berikut penjelasannya.
Mengapa Cara Menyimpan Makanan Itu Penting?
Suhu dingin di dalam kulkas dapat memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab pembusukan, tetapi tidak menghentikannya sepenuhnya. Karena itu, kebersihan, suhu penyimpanan, dan cara menata makanan tetap perlu diperhatikan.
Penyimpanan yang tepat dapat membantu:
- Menjaga kesegaran makanan lebih lama.
- Mengurangi risiko kontaminasi silang.
- Mempertahankan cita rasa dan tekstur makanan.
- Mengurangi pemborosan bahan makanan.
- Membantu menjaga keamanan pangan di rumah.
1. Memasukkan Makanan yang Masih Panas ke Dalam Kulkas
Banyak orang langsung memasukkan makanan yang baru selesai dimasak ke dalam kulkas.
Padahal, makanan yang masih sangat panas dapat meningkatkan suhu di dalam kulkas sehingga memengaruhi makanan lain yang sudah tersimpan.
Sebaiknya biarkan makanan mendingin terlebih dahulu dalam waktu yang wajar sebelum disimpan. Namun, jangan pula membiarkannya berada pada suhu ruang terlalu lama.
2. Menyimpan Semua Buah di Dalam Kulkas
Tidak semua buah perlu disimpan di dalam kulkas.
Beberapa jenis buah seperti pisang, alpukat yang belum matang, mangga, atau tomat justru dapat mengalami perubahan tekstur maupun rasa jika disimpan pada suhu terlalu rendah.
Sebaliknya, buah seperti anggur, apel, stroberi, atau blueberry umumnya lebih tahan disimpan di dalam kulkas untuk membantu mempertahankan kesegarannya.
3. Tidak Menggunakan Wadah Tertutup
Menyimpan makanan tanpa penutup dapat menyebabkan aroma bercampur dan meningkatkan risiko kontaminasi.
Gunakan wadah yang bersih dan memiliki penutup rapat agar makanan tetap higienis sekaligus membantu mempertahankan kualitasnya.
Wadah transparan juga memudahkan Anda melihat isi kulkas sehingga makanan tidak mudah terlupakan.
4. Mengisi Kulkas Terlalu Penuh
Kulkas yang terlalu padat membuat sirkulasi udara dingin menjadi kurang optimal.
Akibatnya, suhu di beberapa bagian kulkas bisa menjadi tidak merata sehingga memengaruhi kualitas penyimpanan makanan.
Sisakan ruang yang cukup agar udara dingin dapat mengalir dengan baik ke seluruh bagian kulkas.
- Penulis: Redaksi Loekepo





