Kepo Hari Ini
light_mode
Lagi Dikepoin
Beranda » Travel & Kuliner » Bukan Sulap Bukan Sihir, Rahasia Bubur Mengguh Bali Sulap Warung Pinggir Jalan Jadi Serbuan Anak Muda Penasaran

Bukan Sulap Bukan Sihir, Rahasia Bubur Mengguh Bali Sulap Warung Pinggir Jalan Jadi Serbuan Anak Muda Penasaran

  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • visibility 18
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Suara ulekan batu yang beradu dengan cabai, bawang, dan rempah-rempah eksotis mengalun berirama dari sebuah dapur terbuka di sudut area peristirahatan pinggir air. Di era di mana kafe-kafe modern berlomba-lomba menyajikan roti bakar estetik dan kopi susu kekinian yang rasanya seragam, sebuah pergerakan kuliner sunyi justru sedang mendobrak pasar anak muda dengan cara yang sama sekali berbeda. Alih-alih mengadopsi menu barat yang kebarat-baratan demi mengejar gengsi visual, sekelompok anak muda jeli justru memilih membongkar kembali buku resep kuno nusantara yang hampir terlupakan, lalu menyajikannya di atas meja kayu tepi danau yang sejuk.

Halo, Warga Kepo! Senang sekali redaksi kuliner bisa kembali hadir membawa rekomendasi yang tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga memanjakan batin kalian yang sedang penat dengan rutinitas. Belakangan ini, kita sering kali mendapati fenomena kuliner viral di media sosial yang penampilannya sangat memukau di layar ponsel, namun begitu dicoba langsung, rasanya hambar dan mengecewakan. Nah, kali ini kita tidak akan membahas makanan instan yang cuma menang visual. Kita akan membedah bagaimana sebuah racikan legendaris asal sudut utara Pulau Dewata—yaitu Bubur Mengguh Bali—berhasil bermigrasi ke wilayah urban dan menjadi incaran baru para pemburu kuliner anti-gengsi yang bosan dengan makanan itu-itu saja.

  • Penulis: Redaksi Loekepo

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less