Cara Mendapatkan Pelanggan Pertama Saat Memulai Usaha dari Nol
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Mendapatkan pelanggan pertama dimulai dengan menemukan target pasar yang tepat dan menawarkan solusi yang benar-benar dibutuhkan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
6. Jangan Mengandalkan Diskon Besar
Diskon memang dapat menarik perhatian.
Tetapi jika sejak awal bisnis hanya mengandalkan harga murah, pelanggan bisa terbiasa membeli hanya ketika ada promo.
Lebih baik memberikan alasan lain untuk mencoba.
Misalnya:
- ukuran lebih praktis;
- layanan lebih cepat;
- bisa custom;
- gratis konsultasi;
- pengiriman terjadwal;
- bonus kecil;
- paket khusus.
Dengan begitu, pelanggan memahami nilai, bukan hanya harga.
7. Manfaatkan WhatsApp
Untuk usaha kecil, WhatsApp dapat menjadi alat penjualan yang sederhana.
Buat informasi yang mudah dipahami:
Nama produk
Manfaat
Harga
Cara pesan
Area layanan
Jadwal tersedia
Kemudian tawarkan secara personal kepada calon pelanggan yang relevan.
Hindari mengirim pesan massal kepada orang yang tidak memiliki kebutuhan.
Pesan yang terlalu sering dan tidak relevan justru dapat membuat orang terganggu.
8. Datangi Calon Pelanggan
Tidak semua usaha harus menunggu melalui internet.
Jika target pelanggan berada di sekitar lokasi usaha, pendekatan langsung bisa efektif.
Misalnya:
- menawarkan katering kepada kantor;
- menawarkan jasa kepada UMKM sekitar;
- menawarkan produk kepada toko;
- memberikan sampel kepada calon pelanggan;
- mengikuti kegiatan komunitas.
Untuk usaha lokal, kedekatan geografis dapat menjadi keunggulan.
9. Berikan Sampel Secara Strategis
Sampel bukan berarti membagikan produk kepada sebanyak mungkin orang.
Pilih calon pelanggan yang memang sesuai dengan target.
Misalnya memiliki produk makanan.
Daripada memberikan 100 sampel kepada orang acak, lebih baik memberikan 20 sampel kepada orang yang kemungkinan besar membutuhkan dan memiliki kemampuan membeli.
Setelah itu, tanyakan:
- bagaimana rasanya;
- apakah harganya sesuai;
- apa yang kurang;
- apakah mereka bersedia membeli kembali.
Sampel seharusnya menjadi alat validasi, bukan sekadar biaya promosi.
10. Minta Testimoni Setelah Transaksi
Pelanggan pertama dapat membantu membangun kepercayaan.
Setelah mereka menggunakan produk atau jasa, mintalah feedback.
Jika mereka puas, tanyakan apakah bersedia memberikan testimoni.
Testimoni dapat digunakan pada:
- media sosial;
- katalog;
- website;
- marketplace;
- materi promosi.
Namun, jangan membuat testimoni palsu.
Kepercayaan dibangun dari pengalaman pelanggan yang nyata.
11. Minta Referral
Jika seseorang puas, mereka mungkin mengenal orang lain yang membutuhkan produk serupa.
Ini bisa menjadi sumber pelanggan berikutnya.
Contohnya:
“Kalau ada teman atau rekan yang membutuhkan produk seperti ini, boleh diinformasikan.”
Referral tidak harus selalu menggunakan komisi.
Dalam beberapa bisnis, pelanggan yang puas secara sukarela merekomendasikan produk kepada orang lain.
12. Cari Komunitas yang Tepat
Komunitas dapat menjadi tempat yang efektif untuk menemukan calon pelanggan.
Contohnya:
- komunitas olahraga;
- komunitas kuliner;
- komunitas UMKM;
- komunitas profesi;
- komunitas orang tua;
- komunitas hobi.
Tetapi jangan masuk hanya untuk menjual.
Bangun hubungan terlebih dahulu.
Berikan informasi yang berguna.
Pahami kebutuhan anggota.
Kemudian tawarkan produk jika memang relevan dan diperbolehkan oleh aturan komunitas.
Penulis Redaksi Loekepo
Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.


