Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Kerja & Karir » Mencari Uang di 2026: Bagaimana Dunia Kerja Indonesia Berubah?

Mencari Uang di 2026: Bagaimana Dunia Kerja Indonesia Berubah?

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indonesia Mulai Mendorong Keterampilan Digital dan AI

Perubahan tersebut juga mulai tercermin dalam kebijakan pengembangan tenaga kerja di Indonesia.

Pada Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan menggandeng Wadhwani Foundation dan Indosat untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan, termasuk peningkatan kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi digital dan AI, perluasan kesempatan kerja, serta pengembangan kewirausahaan. Program yang dikembangkan juga diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi dapat menjadi pencipta lapangan kerja. (Kementerian Ketenagakerjaan RI)

Ini menunjukkan bahwa kemampuan digital dan AI mulai dipandang bukan sekadar kemampuan tambahan, melainkan bagian dari persiapan tenaga kerja menghadapi perubahan kebutuhan industri.


Jadi, Pekerjaan Apa yang Masih Menjanjikan?

Tidak ada daftar pekerjaan yang bisa dijamin akan selalu aman.

Namun, ada beberapa kelompok pekerjaan yang memiliki karakteristik menarik.

1. Pekerjaan yang membutuhkan kemampuan teknologi

Bidang seperti data, AI, keamanan siber, pengembangan perangkat lunak dan teknologi finansial diperkirakan terus mengalami peningkatan kebutuhan secara global. (World Economic Forum)

Tetapi peluangnya tidak hanya untuk programmer.

Orang yang memahami teknologi sekaligus memiliki keahlian di bidang lain juga dapat memiliki keunggulan.

Misalnya:

  • marketing + AI
  • desain + AI
  • keuangan + data
  • pendidikan + teknologi
  • bisnis + analitik
  • administrasi + otomasi

Kombinasi tersebut semakin penting karena perusahaan tidak hanya membutuhkan orang yang memahami teknologi, tetapi juga orang yang mampu menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan bisnis.


2. Pekerjaan yang membutuhkan kemampuan manusia

Tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan dengan otomatisasi.

Kemampuan seperti komunikasi, negosiasi, kepemimpinan, empati, kreativitas dan pengambilan keputusan tetap membutuhkan manusia.

WEF juga menempatkan keterampilan manusia seperti analytical thinking, kreativitas, resilience, flexibility dan collaboration sebagai kemampuan penting dalam dunia kerja masa depan. (World Economic Forum)

Karena itu, seseorang yang hanya menguasai satu perangkat lunak belum tentu memiliki daya saing tinggi.

Yang lebih berharga adalah:

skill teknis + kemampuan berpikir + kemampuan bekerja dengan manusia.


3. Pekerjaan yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari

Perkembangan teknologi tidak membuat kebutuhan dasar masyarakat menghilang.

Data BPS menunjukkan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan masih menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar pada Februari 2026, mencapai 42,49 juta orang atau 28,78 persen dari penduduk bekerja. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

BPS juga mencatat pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri menjadi tiga sektor yang secara bersama-sama menyerap 60,29 persen tenaga kerja nasional pada Februari 2026. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Ini memberikan satu pelajaran penting:

pekerjaan masa depan tidak selalu berarti pekerjaan teknologi.

Peluang juga tetap berada di sektor yang memenuhi kebutuhan nyata masyarakat.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less