Kepo Sejarah Indonesia
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Kerja & Karir » Mencari Uang di 2026: Bagaimana Dunia Kerja Indonesia Berubah?

Mencari Uang di 2026: Bagaimana Dunia Kerja Indonesia Berubah?

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dunia kerja sedang berubah. Teknologi, kecerdasan artifisial (AI), kebutuhan industri, dan kondisi ekonomi membuat cara orang mencari pekerjaan dan memperoleh penghasilan ikut bergeser. Apa yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja 2026?

Loekepo.com — Mencari penghasilan pada 2026 tidak lagi hanya tentang mendapatkan pekerjaan dan menerima gaji setiap bulan. Perubahan teknologi membuat sebagian pekerjaan mengalami transformasi, sementara kebutuhan terhadap keterampilan baru terus meningkat.

Namun, perubahan tersebut tidak berarti semua pekerjaan akan hilang. Justru, pasar kerja sedang bergerak menuju kebutuhan yang berbeda: orang yang mampu menggunakan teknologi, memecahkan masalah, beradaptasi, sekaligus memiliki keterampilan manusia yang tidak mudah digantikan mesin.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2026 mencapai 154,91 juta orang, dengan 147,67 juta orang bekerja. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di 4,68 persen, sementara rata-rata upah buruh tercatat Rp3,29 juta per bulan. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja Indonesia tetap besar. Pertanyaannya kemudian bukan hanya berapa banyak pekerjaan yang tersedia, tetapi juga pekerjaan seperti apa yang berkembang dan keterampilan apa yang semakin bernilai.


Dunia Kerja Indonesia Masih Terus Bertumbuh

Kondisi pasar kerja Indonesia pada 2026 tidak bisa dilihat hanya dari angka pengangguran.

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 bertambah sekitar 1,86 juta orang dibandingkan Februari 2025. Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja bertambah sekitar 1,90 juta orang. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Dari sisi ekonomi, Indonesia juga masih mencatat pertumbuhan. BPS mencatat ekonomi nasional pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan. Beberapa sektor yang mencatat pertumbuhan tinggi antara lain penyediaan akomodasi dan makan minum, sementara industri pengolahan, perdagangan dan pertanian tetap menjadi bagian penting dalam perekonomian. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Artinya, narasi bahwa mencari penghasilan pada 2026 menjadi semakin sulit perlu dilihat secara lebih hati-hati.

Peluang tetap ada, tetapi bentuknya berubah.


Pekerjaan Tidak Hanya Berubah karena AI

AI menjadi salah satu faktor terbesar yang membentuk pembicaraan mengenai masa depan pekerjaan.

Namun, melihat AI hanya sebagai teknologi yang akan “menghilangkan pekerjaan” merupakan penyederhanaan masalah.

World Economic Forum (WEF) dalam Future of Jobs Report 2025 memperkirakan hingga 2030 akan ada sekitar 170 juta pekerjaan baru secara global, sementara sekitar 92 juta pekerjaan terdampak displacement, menghasilkan pertumbuhan bersih sekitar 78 juta pekerjaan. (World Economic Forum)

WEF juga memperkirakan sekitar 40 persen keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan akan berubah hingga 2030. Keterampilan teknologi seperti AI, big data, jaringan dan keamanan siber diperkirakan semakin dibutuhkan. Di sisi lain, kemampuan manusia seperti berpikir analitis, kreativitas, ketahanan, kepemimpinan dan kolaborasi tetap menjadi keterampilan penting. (World Economic Forum)

Dengan kata lain, masa depan pekerjaan kemungkinan bukan sekadar:

manusia vs AI

melainkan:

manusia yang menggunakan AI vs manusia yang tidak menggunakannya.

Ini tentu bukan berarti semua pekerjaan harus menggunakan AI. Tetapi kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi kemungkinan semakin menjadi bagian dari daya saing pekerja.

Penulis

Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less