Kepo Soal
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Kerja & Karier » Setelah PHK, Lebih Baik Kerja atau Usaha? Strategi Hadapi 2027

Setelah PHK, Lebih Baik Kerja atau Usaha? Strategi Hadapi 2027

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat banyak pekerja mulai mempertanyakan masa depan karier mereka. Setelah kehilangan pekerjaan, pilihan yang muncul sering kali hanya dua: kembali mencari pekerjaan sebagai karyawan atau mencoba membangun usaha sendiri.

Bagi sebagian korban PHK, persoalan terbesar bukan hanya kehilangan pendapatan, tetapi juga hilangnya rasa percaya diri. Bertahun-tahun bekerja di perusahaan membuat sebagian orang merasa identitas dan kemampuan mereka bergantung pada jabatan yang dimiliki. Ketika pekerjaan hilang, muncul rasa takut untuk memulai kembali.

Di tengah perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat, keputusan untuk kembali menjadi karyawan atau beralih menjadi pengusaha perlu dipertimbangkan secara matang.

Kondisi pasar kerja setelah 2025 menunjukkan bahwa pekerja perlu memiliki kemampuan beradaptasi. Data yang diberitakan berdasarkan catatan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan jumlah pekerja terdampak PHK sepanjang 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. (YouTube)

PHK Tidak Hanya Berdampak pada Ekonomi, tetapi Juga Mental Pekerja

Bagi banyak pekerja usia produktif, PHK menjadi pengalaman yang berat. Kehilangan pekerjaan secara tiba-tiba dapat membuat seseorang merasa gagal, kehilangan arah, dan ragu terhadap kemampuan dirinya sendiri.

Masalah mental setelah PHK sering muncul karena perubahan kondisi hidup yang drastis. Dari sebelumnya memiliki rutinitas, pendapatan tetap, dan lingkungan kerja, seseorang harus menghadapi ketidakpastian baru.

Pada tahap ini, banyak orang terburu-buru mengambil keputusan karena tekanan ekonomi. Ada yang langsung menerima pekerjaan apa pun tanpa mempertimbangkan perkembangan karier, sementara sebagian lainnya memaksakan membuka usaha tanpa persiapan.

Padahal, keputusan setelah PHK sebaiknya dimulai dengan evaluasi kemampuan, kondisi finansial, serta peluang yang tersedia.

Menghadapi 2027, Apakah Menjadi Karyawan Masih Pilihan Aman?

Menjadi karyawan tetap masih menjadi pilihan yang menarik karena menawarkan stabilitas pendapatan, fasilitas kerja, dan perlindungan tertentu.

Bagi pekerja yang memiliki pengalaman profesional, kembali ke dunia kerja bisa menjadi langkah realistis sambil meningkatkan kemampuan baru.

Namun, dunia kerja ke depan diperkirakan semakin berubah. Perusahaan melakukan efisiensi, mengadopsi teknologi, dan membutuhkan pekerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.

Artinya, keamanan sebagai karyawan tidak hanya bergantung pada perusahaan, tetapi juga kemampuan seseorang untuk terus berkembang.

Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia tetap tumbuh pada 2026 dengan kisaran 4,9–5,7 persen, tetapi kondisi global masih menghadapi berbagai ketidakpastian sehingga dunia usaha dan pekerja tetap perlu meningkatkan daya tahan ekonomi. (Bank Indonesia)

Apakah Membuka Usaha Setelah PHK Lebih Menguntungkan?

Beralih menjadi pengusaha sering dianggap sebagai jalan keluar setelah kehilangan pekerjaan. Usaha memberikan peluang untuk memiliki sumber pendapatan sendiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada perusahaan.

Namun, usaha juga memiliki risiko. Banyak orang gagal bukan karena tidak memiliki kemampuan, tetapi karena memulai tanpa memahami pasar, modal, biaya operasional, dan strategi pemasaran.

Bagi korban PHK, pilihan usaha yang lebih aman biasanya bukan langsung membuka bisnis besar, melainkan memulai dari skala kecil.

Contohnya:

  • Menjual produk yang sudah dipahami.
  • Memanfaatkan keahlian dari pekerjaan sebelumnya.
  • Membuka usaha sampingan sambil mencari pekerjaan.
  • Menguji pasar sebelum menggunakan modal besar.

Pengusaha baru perlu memahami bahwa membangun usaha membutuhkan proses. Pendapatan usaha tidak selalu langsung menggantikan gaji sebelumnya.

  • Penulis: Redaksi Loekepo

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less