Belum Dapat Kerja Setelah PHK? Lakukan 7 Hal Ini
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Belum mendapat pekerjaan setelah PHK? Evaluasi CV, perluas networking, tingkatkan skill, dan perbaiki strategi pencarian kerja.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Loekepo.com — Sudah puluhan kali mengirim lamaran tetapi belum mendapat panggilan interview? Jika kondisi tersebut terjadi setelah PHK, jangan langsung menyimpulkan bahwa tidak ada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Bisa jadi masalahnya bukan pada jumlah lamaran, melainkan pada cara mencari pekerjaan.
Mengirim 50 atau 100 CV tidak selalu lebih efektif daripada mengirim 15 lamaran yang benar-benar sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan perusahaan.
Bagi Sobat Kepo yang sudah beberapa minggu atau bulan mencari kerja setelah PHK, sekarang waktunya berhenti sejenak dan melakukan evaluasi.
Ada setidaknya 7 hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan.
1. Cari Tahu di Mana Masalahnya
Sebelum mengubah CV atau mengambil kursus baru, lihat dulu hasil pencarian kerja selama ini.
Buat catatan sederhana:
| Aktivitas | Hasil |
|---|---|
| Lamaran dikirim | 50 |
| CV dibaca | 15 |
| Dipanggil interview | 3 |
| Lolos interview awal | 1 |
| Mendapat tawaran | 0 |
Angka tersebut memberikan informasi penting.
Jika 50 lamaran hanya menghasilkan satu atau dua interview, kemungkinan masalahnya berada pada CV, posisi yang ditargetkan, pengalaman, skill, atau cara melamar.
Sebaliknya, jika banyak mendapat interview tetapi tidak pernah lolos, masalahnya mungkin berada pada persiapan interview atau kecocokan kandidat dengan posisi.
Jadi, jangan hanya menghitung berapa CV yang dikirim.
Hitung juga apa yang terjadi setelah CV dikirim.
2. Jangan Gunakan Satu CV untuk Semua Lowongan
Satu CV untuk semua pekerjaan memang lebih praktis.
Tetapi belum tentu efektif.
Perusahaan mencari kandidat berdasarkan kebutuhan posisi tertentu.
Misalnya Sobat Kepo memiliki pengalaman sebagai staf administrasi dengan kemampuan:
- mengelola dokumen;
- membuat laporan;
- menggunakan Excel;
- berkomunikasi dengan pelanggan;
- mengatur jadwal.
Ketika melamar posisi administrasi, kemampuan tersebut harus terlihat jelas.
Tetapi jika melamar posisi customer service, pengalaman komunikasi pelanggan dan penyelesaian masalah perlu lebih ditonjolkan.
Bukan berarti harus membuat CV yang sepenuhnya berbeda untuk setiap perusahaan.
Cukup sesuaikan:
- ringkasan profil;
- pengalaman yang paling relevan;
- skill;
- pencapaian;
- kata-kata yang digunakan dalam deskripsi pekerjaan.
Tujuannya sederhana:
perekrut harus dapat memahami kecocokan Sobat Kepo dengan posisi tersebut dalam waktu singkat.
3. Jangan Hanya Menuliskan Tugas, Tunjukkan Hasil
Salah satu kelemahan CV adalah terlalu banyak menjelaskan tugas.
Contohnya:
Bertanggung jawab mengelola media sosial perusahaan.
Informasi tersebut belum menunjukkan dampaknya.
Jika memang memiliki data yang dapat diverifikasi, lebih baik jelaskan hasilnya.
Contoh:
Mengelola konten media sosial perusahaan melalui kalender publikasi dan evaluasi performa konten untuk meningkatkan jangkauan audiens.
Jika memiliki angka yang valid, dapat dibuat lebih spesifik.
Misalnya:
Mengelola akun media sosial perusahaan dan meningkatkan rata-rata jangkauan konten sebesar 35 persen dalam enam bulan.
Namun, jangan pernah mengarang angka hanya agar CV terlihat lebih bagus.
Data yang tidak dapat dibuktikan justru dapat merugikan saat interview.
Penulis Redaksi Loekepo
Redaksi Loekepo merupakan tim editorial yang menyajikan berita, informasi, edukasi, dan liputan terpercaya dari berbagai kategori, mulai dari nasional, internasional, teknologi, pendidikan, gaya hidup, hingga topik khusus. Setiap artikel disusun berdasarkan sumber yang kredibel dan melalui proses penyuntingan sebelum dipublikasikan.


