Apakah Investasi Emas Masih Mengalahkan Deposito dan Reksa Dana 2026?
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Perbandingan tiga instrumen investasi berdasarkan potensi imbal hasil, risiko, likuiditas, dan tujuan investasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Harga emas yang terus menjadi perhatian investor sepanjang 2026 memunculkan pertanyaan penting di kalangan investor ritel Indonesia: apakah emas masih menjadi pilihan investasi terbaik dibandingkan deposito dan reksa dana? Jawabannya tidak sesederhana melihat instrumen mana yang memberikan keuntungan paling tinggi. Masing-masing memiliki karakteristik, risiko, dan tujuan investasi yang berbeda. (World Gold Council)
Alih-alih mencari “pemenang”, investor justru perlu memahami instrumen mana yang paling sesuai dengan kebutuhan keuangan, profil risiko, dan jangka waktu investasi.
Emas Masih Menjadi Safe Haven
Sepanjang 2026, emas tetap mempertahankan perannya sebagai aset pelindung nilai (safe haven). Ketidakpastian ekonomi global, dinamika suku bunga, serta meningkatnya minat bank sentral dunia terhadap cadangan emas menjadi faktor yang menopang daya tarik logam mulia tersebut. World Gold Council juga menilai akses investasi emas di Indonesia semakin luas, termasuk melalui regulasi yang membuka jalan bagi produk ETF berbasis emas fisik. (World Gold Council)
Bagi investor yang mengutamakan perlindungan nilai aset terhadap inflasi dan gejolak pasar, emas masih menjadi salah satu instrumen yang layak dipertimbangkan.
Deposito Masih Menawarkan Kepastian
Berbeda dengan emas, deposito menawarkan tingkat kepastian yang lebih tinggi. Investor sudah mengetahui besaran bunga yang akan diterima sejak awal penempatan dana sehingga fluktuasi pasar hampir tidak memengaruhi nilai pokok investasi.
Namun, keuntungan deposito umumnya lebih terbatas dibandingkan instrumen yang memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu, ketika inflasi meningkat atau harga emas naik tajam, tingkat pengembalian riil deposito dapat menjadi lebih kecil.
Karena itu, deposito lebih sesuai bagi investor yang mengutamakan stabilitas serta memiliki toleransi risiko rendah.
- Penulis: Redaksi Loekepo



