Kepo Soal
light_mode
Kepo Trending
Beranda » Utama » Cantik & Sehat » Usia Produktif Bukan Jaminan Sehat, 4 Kebiasaan Kecil Ini Diam-Diam Merusak Tubuh

Usia Produktif Bukan Jaminan Sehat, 4 Kebiasaan Kecil Ini Diam-Diam Merusak Tubuh

  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyak orang usia produktif merasa kondisi tubuhnya masih baik karena belum mengalami penyakit serius. Namun, di balik rutinitas kerja, aktivitas digital, dan tuntutan kehidupan modern, ada sejumlah kebiasaan kecil yang perlahan dapat memengaruhi kesehatan.

Mulai dari tidur yang sering dikorbankan demi menyelesaikan pekerjaan, duduk berjam-jam di depan layar, memilih makanan praktis karena keterbatasan waktu, hingga tekanan pekerjaan yang terus menumpuk menjadi pola hidup yang semakin sering ditemui masyarakat Indonesia.

Fenomena ini semakin terlihat seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi. Aktivitas kerja, komunikasi, hingga hiburan banyak dilakukan melalui layar sehingga waktu bergerak menjadi semakin berkurang.

Kementerian Kesehatan RI mengingatkan bahwa gaya hidup sedentari atau kebiasaan minim aktivitas fisik menjadi salah satu tantangan kesehatan modern. Perubahan pola aktivitas akibat teknologi membuat masyarakat lebih banyak duduk dan kurang bergerak dalam keseharian.
(Sumber: Laman Resmi Kementerian Kesehatan RI – Mengatasi Ancaman Sedentary Lifestyle untuk Kesehatan)

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kurang aktivitas fisik berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke, diabetes tipe 2, serta gangguan kesehatan mental. WHO juga menjelaskan bahwa perilaku sedentari, seperti terlalu lama duduk, menjadi salah satu faktor yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan orang dewasa.
(Sumber: Laman Resmi WHO – Physical Activity)

1. Kurang Tidur karena Mengejar Produktivitas

Bagi sebagian pekerja usia produktif, tidur sering menjadi hal pertama yang dikorbankan ketika pekerjaan menumpuk.

Kebiasaan menyelesaikan pekerjaan hingga larut malam, terlalu lama bermain ponsel sebelum tidur, atau mengubah waktu istirahat menjadi waktu tambahan untuk bekerja dapat membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk melakukan pemulihan.

Padahal, tidur memiliki peran penting dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk konsentrasi, metabolisme, daya tahan tubuh, dan kesehatan mental.

Masalahnya, kurang tidur sering tidak dianggap sebagai gangguan kesehatan karena dampaknya tidak selalu muncul secara langsung. Banyak orang tetap menjalani aktivitas seperti biasa meski tubuh mulai memberikan tanda seperti mudah lelah, sulit fokus, dan perubahan suasana hati.

2. Duduk Terlalu Lama karena Pola Kerja Digital

Perubahan dunia kerja membuat banyak masyarakat menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer atau perangkat digital.

Pekerja kantoran, pekerja kreatif, hingga pelaku usaha digital dapat duduk selama berjam-jam tanpa menyadari bahwa tubuh hampir tidak bergerak.

WHO menyebut perilaku sedentari sebagai kondisi ketika seseorang melakukan aktivitas dengan pengeluaran energi rendah, seperti duduk atau berbaring dalam waktu lama. Kebiasaan ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa gangguan kesehatan lainnya.
(Sumber: Laman Resmi WHO – Physical Activity and Sedentary Behaviour)

Kebiasaan sederhana seperti berjalan sebentar, melakukan peregangan, menggunakan tangga, atau berdiri beberapa menit di sela pekerjaan dapat membantu tubuh kembali aktif.

  • Penulis: Redaksi Loekepo

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less